Musrenbang Sepakati Program dan Kegiatan Prioritas Daerah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat Musrenbang Tahun 2017 Kabupaten Karanganyar, Rabu (21/03) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar,

Karanganyar, Rabu (22/03/2017)

Penyelenggaraan  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (MUSRENBANG RKPD)   merupakan tahapan terakhir proses perencanaan pembangunan tingkat kabupaten, dan pada tahap ini di bahas dan disepakati  Rancangan RKPD Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2018 dengan Tema ”Pemantapan Daya Saing Wilayah dan Kesejahteraan Sosial”.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat Musrenbang Tahun 2017 Kabupaten Karanganyar, Rabu (21/03) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, mengatakan, hasil Musrenbang ini bisa mengakomodir masyarakat Kabupaten Karanganyar.

“Jika belum ada yang terakomodir silakan diusulkan dan ditulis semuanya, apakah ada dana atau tidak nanti urusan belakangan yang jelas sudah ada rencana, bisa diwujudkan pada tahun berikutnya sesuai kemampuan keuangan kita,” kata Bupati.

Bupati juga sepakat dengan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Sumanto, bahwa di daerah perbatasan menjadi prirotas untuk jauh lebih baik. Tahun 2017 masih banyak yang dikerjakan, tinggal melaksanakan, termasuk di Colomadu pintu tol sebelah timur Desa Klodran dilebarkan menjadi empat jalur, dan jembatan Kraggan Kecamatan Gondangrejo dengan dana Rp 40 miliar dibangun dengan empat jalur.

“Infrastrukur sangat berpengaruh untuk pertumbuhan ekonomi,  dan tahun 2017 mencanangkan tahun Bebas Air Besar Sembarangan (BABS), supaya bersih dan sehat,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Sumanto, mengatakanuntuk meningkatkan sinergitas pembangunan Pusat, Provinsi dan Kabupaten, maka perencanaan pembangunan Kabupaten Karanganyar Tahun 2018 harus disusun dengan memperhatikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional.

“Hal itu sebagai langkah harmonisasi arah kebijakan pembangunan Pemerintah Pusat serta memperhatikan pula permasalahan pembangunan dan isustrategis daerah, baik di Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Karanganyar,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar haruslah terus melakukan peningkatan pembangunan disegala bidang khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Untuk itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan untuk dilibatkan sehingga dapat berkolaborasi dan berpartisipasi aktif dalam membangun Kabupaten Karanganyar menjadi daerah yang semakin layak untuk di tinggali, investasi berkembang di Karanganyar, semakin banyak dikunjungi wisatawan dengan memberdayakan segala potensi yang ada,” katanya.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Peneliti, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Sriyanto menyampaikan  dalam mewujudkan sinergitas pembangunan antara provinsi dan Kabupaten/Kota, dialokasikan Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan pemerintah desa baik yang bersifat umum maupun khusus.

“Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan pembangunan daerah dalam mendukung sasaran pembangunan Provinsi Jawa Tengah dan Karanganyar.Bantuan keuangan kepada Kabupaten/Kota rumusannya harus jelas target kinerjanya dan benar-benar mendukung pada capaian sasaran maupun prioritas,” katanya.

Lebih lanjut bantuan keuangan kepada Kabupaten/Kota yang diusulkan tidak hanya  berupa kegiatan fisik, namun dapat berupa kegiatan ekonomi maupun sosial budaya yang diarahkan untuk mewujudkan percepatan dan prioritas sasaran.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Karanganyar, Muh Indrayanto mengatakan proses penyusunan perencanaan pembangunan baik pada tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Pusat telah  menggunakan Teknologi Informasi (IT) e.planning yang terkoneksi dengan akses internet.

“Dokumen RKPD sebagai sebuah dokumen yang bersifat komprehensif (menyeluruh), maka penyusunannya memerlukan masukan dari seluruh unsur pelaku pembangunan (stakeholder) dalam forum musyawarah pembangunan  berjenjang dari Desa, Kelurahan,  Kecamatan dan Forum Gabungan Organisasi Perangkat Daerah,” katanya.(pd/tt)