Pemkab Karanganyar Masuk Nominasi EKPPD

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat mempresentasikan Program Layangmas dihadapan Tim EKPPD

Karanganyar, Selasa (21/03/2017)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menerima Tim Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) dari Kementerian Dalam Negeri.

Tim berjumlah lima orang dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri melihat langsung presentasi tentang pelaksanaan Praktek Terbaik Tata Pemerintahan di Kabupaten Karanganyar dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Sedangkan jenis presentasi itu yakni Program Layangmas (Layanan Anggota Masyarakat) berbasis geospasial, Selasa (21/03) di Ruang Pusat Komando Sambernyawa, Setda Kabupaten Karanganyar.

“Kunjungan kami kesini dalam rangka penguatan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, dan Kabupaten Karanganyar masuk nominasi dengan predikat sangat tinggi,” kata  Kasi Wilayah I Subdit Peningkatan Kapasitas Daerah, Niniek Winartini.

Dalam paparan, Bupati Juliyatmono, mengatakan Layangmas bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karanganyar.

“Kalau dulu berbentuk seperti anjungan, berada di bandara Adi Sumarmo, Setda, dan Kantor BPN. Namun kini bisa diakses menggunakan internet,” kata Bupati.

Dengan adanya Layangmas itu, Bupati menjelaskan harapannya masyarakat bisa membuka informasi peta bidang pertanaan, peruntukan dan harga.

“Saya beranggapan pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih cepat jika pelayanan tata ruang menjadi terbuka, tidak boleh ditutupi, sehingga masyarakat bisa mengkases dan berinventasi, pelayanan juga tidak berbelit-belit,” katanya.

Selain itu, Bupati juga menjelaskan, saat ini Pemkab Karanganyar sudah menyelesaikan perubahan RT RW dengan tetap mempertahankan hampir 26.500 ribu hektar untuk lahan lestari dan masih surplus beras diatas 600 ribu ton.

“Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tetap dijaga sesuai dengan fungsinya, jangan beralih fungsi,” katanya.

Bupati juga menjelaskan kepada Tim, bahwa yang melatarbelakangi membuat sistem itu agar masyarakat tidak terkecuali mempunyai akses seluas-luasnya, dan kenapa ini di bidang spasial, semua pihak harus mengetahui posisis tanah masing-masing, tata letak, peruntukkan, dan tidak perlu bertanya-tanya. Di Kabupaten Karanganyar setiap bulan total transaksi jual beli tanah sebanyak 1.000 transaksi.

Pada web Layangmas, ada menu wilayah adminitrasi, intanpari, tata ruang, pertanahan, demografi, Sumber Daya Alam, infrastruktur, fasilitas umum, keamanan, dan rawan bencana. Masyarakat tinggal memilih informasi yang diinginkan dan muncul penjelasannya. (pd)