Implementasi Revolusi Mental, Karanganyar Gelar Gerakan Gemar Membaca

kominfo
Gemar Membaca Mencerdaskan Bangsa : Bupati saat menyampaikan sambutannya pada safari gemar membaca nasional, Selasa (8/3).

Dalam rangka meningkatkan indeks kegemaran membaca masyarakat, Karanganyar menggelar safari gerakan nasional gemar membaca, Selasa (8/3/2017).

Kegiatan Safari Implementasi Revolusi Mental Melalui Gerakan Nasional Gemar Membaca dihadiri Bupati Karanganyar, Anggota Komisi X DPR RI Laila Istiana, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Ketua Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah, Sekretaris Daerah Karanganyar, Jajaran Kepala OPD Karanganyar, Penulis Buku Novel “Lost In Lawu”, Kepala Sekolah, Guru, Mahasiswa, Pelajar Kab.Karanganyar.

Implementasi revolusi mental adalah keinginan membangun manusia yang utuh dengan religiutasnya yang tinggi untuk mewujudkan kesadaran beragama sebagai makhluk Tuhan. Hal tersebut dikemukan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka.

 “Adanya kegiatan ini, kami selaku Pemerintah Karanganyar berupaya memulai membaca sebagai kebutuhan untuk terus meningkatkan minat membaca dikalangan masyarakat,”tutur Bupati.

Ia berharap melalui kegiatan safari dapat menyemangati semua pihak supaya membaca menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehingga dapat melihat dunia lebih luas karena tujuan membaca adalah mencerdaskan.

Sementara itu sambutan Kepala Perpustakaan Nasional RI yang diwakili Kepala Pusat Reservasi Perpustakaan Nasional, Sri Sumekar menyampaikan data kondisi minat baca di Indonesia berdasarkan penilaian tingkat literasi masyarakat Indonesia yang dilaksanakan oleh Central Conecticut State University mendapat peringkat 60 dari 61 negara.

Lebih lanjut ia menjelaskan rendahnya kegemaran membaca disebabkan beragamnya aspek diantaranya masyarakat Indonesia pada dasarnya merupakan masyarakat berbudaya tutur dimana bentuk pertukaran informasinya masih secara lisan. Perlu diakui bahwa mayoritas masyarakat Indonesia belum melakukan kegiatan membaca secara intens sebagai suatu kebutuhan hidup.

“Semua informasi, gagasan dan pengetahuan hanya disimpan dalam ingatan,”katanya.

Ditambahkannya, pada era digital seperti sekarang, Perpustakaan nasional hadir dalam layanan perpustakaan digital melalui fitur iPusnas yang dapat diakses melalui Multi Operating System (Android, IOS ataupun Windows) dan multidevice melalui smartphone, tablet atau desktop.

Selanjutnya, anggota Komisi X DPR RI, Laila Istiana pada kesempatan tersebut menceritakan pengalamannya ketika di Kota Salatiga yang mengemas Perpustakaan menjadi sebuah tempat yang tidak hanya sekedar untuk membaca buku melainkan sebagai alternatif tempat rekreasi keluarga.

“Setiap hari ada kurang lebih seribu pengunjung bahkan waktu weekend dapat mencapai seribu lima ratus pengunjung, karena di perpustakaan tersebut terdapat kuliner didalamnya, sehingga orang dapat membaca buku sambil ngeteh,ngemil,”terangnya.

Laila berharap, Kota maupun Kabupaten lain dapat mencontoh dari cara mengemas perpustakaan agar terkesan jauh dari kata membosankan.

kominfo
Bupati serahkan bantuan komputer untuk Perustakaan desa dan Kalurahan.

Disela-sela kesempatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan komputer oleh Bupati Karanganyar kepada tiga Perpustakaan Desa dan Perpustakaan Kalurahan yang berbasis TIK di Kabupaten Karanganyar yakni Perpustakaan Desa Ngunut Kecamatan Jumantono, Perpustakaan Desa Dayu Kecamatan Gondangrejo dan Perpustakaan Kalurahan Tawangamangu Kecamatan Tawangmang, masing-masing mendapatkan tiga unit komputer.

Demikian Diskominfo (ft/ind)