Bupati Karanganyar Buka Musda MUI

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, membuka Musyawarah Daerah ke IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karanganyar Tahun 2017, Sabtu (04/03) di Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, membuka Musyawarah Daerah ke IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karanganyar Tahun 2017, Sabtu (04/03) di Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Minggu (05/03/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, membuka Musyawarah Daerah ke IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karanganyar Tahun 2017, Sabtu (04/03) di Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar.

“Pada MUSDA ini, semoga dapat menghasilkan program-program yang terus bersinergi dengan Pemkab Karanganyar, menjadikan Karanganyar yang bertakwa, maju dan sejahtera,” kata Bupati Karanganyar.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengatakan MUI disamping mempunyai fungsi peran yang sangat strategis, kami menitipkan, mensarankan, bahwa MUI tetap berada ditengah-tengah masyarakat. Karena membutuhkan, kepastian, keyakinan pada saat beridadah dengan khusyuk.

“Kami juga berharap, MUI turut serta dalam penanggulangan peredaran narkoba, pencegahaan penyakit narkoba, apapun jenisnya. Yang di kumpulkan jangan orang-orang baik, tapi mereka yang terkena narkoba jarang mendapatkan sosialisasi,” kata Bupati.

Pada kesempatan itu pula, Bupati mengatakan melalui MUI, pihaknya berharap ada mubaliq sebanyak 1090 yang terdiri dari ormas-ormas Islam, kemudian terjunkan ke masyarakat dan mendengarkan penjelasan-penjelasan agama dari MUI, supaya hidup ada arah yang baik.

Ditempat yang sama, Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Daroji, mengatakan perlunya sinergitas antara umaro dan ulama. Dengan adanya sinergitas itu, pasti rakyat sejahtera, diantaranya Kabupaten Karanganyar.

Ketua MUI Jawa Tengah juga menyambut baik upaya penanggulangan narkoba, bahkan Gubernur Jawa Tengah telah menitipkan mengenai pemberantasan narkoba kepada MUI.

“Di tempat kami sudah ada wadah Gerakan Nasional Anti Narkoba, (Ganas Anar) Kita betul-betul peduli, karena narkoba musuh kita bersama, kalau dulu yang meninggal 1 hari 50 orang, sekarang suadah 57 orang perhari,” katanya. (pd)