Komisariat MSI Adakan Musyawarah Pembentukan Pengurus Baru

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada Musyarwah Komisariat Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar, Kamis (02/03) di ruang Anthorium.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada Musyarwah Komisariat Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar, Kamis (02/03) di ruang Anthorium.

Karanganyar, Jumat (03/03/2017).

Setelah berakhirnya masa jabatan pengurus lama, Komisariat Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) adakan musyawarah pembentukan pengurus baru, Rabu (02/03) di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara mengucapkan terimakasih kepada pengurus MSI yang telah produktif memberikan karya-karya terbaik menggali potensi yang dimiliki.

Bupati Juliyatmono mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyampaikan penghargaan yang tinggi atas produktivitas yang telah dilakukan dan semoga kepengurusan yang baru lebih produktif lagi. Para sejarawan adalah sosok-sosok yang memiliki jiwa keterpanggilan untuk memberikan karya terbaik untuk generasi kedepan.

“Sejarah itu sebenarnya bagian dari Roh jiwa kita semua, tanpa sejarah itu tidak bisa kita bergerak esok hari tanpa melihat masa lalu,” kata Juliyatmono.

Bupati Karanganyar berharap di usia yang ke 100 tahun Kabupaten Karanganyar, MSI Karanganyar dapat menggali asal usul sejarah dari bupati pertama hingga sekarang. Bupati mengeluhkan kurangnya dokumen-dokumen dan data tentang sejarah pemimpin Karanganyar.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia, Aris Munandar, menyampaikan kegiatan Musyawah Komisariat MSI merupakan musyawarah Masyarakat Sejarawan Indonesia yang diadakan lima tahun sekali.

“Forum musyawarah diadakan dalam rangka menyampaikan laporan pertanggung jawaban pengurus dimasa lima tahun yang telah berjalan dan pengusungan rancangan program mendatang serta pemilihan pengurus yang baru masa bakti 2017-2022,” kata Aris Munandar.

Tujuan target dari terselenggaranya musyawarah Komisariat MSI ini adalah tersusunnya target program pengurus lima tahun kedepan

Peserta yang mengikuti musyawarah adalah penasehat, pengurus Provinsi, pengurus komisariat yang lama, kemudian pemerhati sejarah, praktisi sejarah dan juga tamu undangan yang hadir pada kesempatan itu yang berjumlah 70 orang.

Ketua MSI Cabang Jawa Tengah, Prof. Dr. Wasino mengatakan dari pantauan yang dilakukan dari Semarang bahwa Komisariat MSI di Karanganyar sangat aktif sekali.

Dijelaskan lebih lanjut, di kantor pusat sedang ada reformasi birokrasi guna berusaha menggiatkan kembali masyarakat sejarawan yang selama sepuluh tahun ini seperti tertidur

“Ada usulan bahwa Sejarah akan masuk kedalam ujian nasional, karena sejarah itu menjadi faktor penting dalam mengisi proses pembangunan bangsa,” kata Wasino.

Karena dianggap semacam gap generasi yang menyebabkan pemahaman tentang keindonesiaan menjadi berkurang. Sehingga perlu dihidupkan kembali kesadaran sejarah untuk mendorong proses pembangunan bangsa.

“Masyarakat sejarawan Indonesia baik di Jakarta, Jawa Tengah maupun yang berada di Kabupaten-kabupaten itu tidak terpisahkan dari kegiatan pemerintahaan karena fungsinya adalah untuk mensupport kegiatan pemerintahan ini,” jelas Wasino.

Dan ketika sejarah masuk keranah pariwisata maka seolah olah sejarah berfungsi sebagai tontonan. Tetapi ketika sejarah masuk keranah pendidikan maka sejarah itu diandaikan sebagai tuntunan yang berarti belajar sejarah diambil dari aspek-aspek nilai-nilai karakter dari peristiwa sejarah yang terjadi, untuk kepentingan nilai-nilai pendidikan. (pd/tt)