Baznas Karanganyar Jajaki Buat Peternakan Kambing Boer

Kunjungan kerja Baznas Kabupaten Karanganyar melihat langsung pengembangbiakkan kambing Boer, dari Malang, Jawa Timur.
Kunjungan kerja Baznas Kabupaten Karanganyar melihat langsung pengembangbiakkan kambing Boer, dari Malang, Jawa Timur.

Karanganyar, Senin (27/02/2017)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar menjajaki membuat peternakan kambing jenis Boer, dari Malang, Jawa Timur.

Untuk melihat dari dekat, bagaimana pengembangbiakan kambing itu, Baznas Kabupaten Karanganyar melakukan kunjungan kerja di Pusat Pengembangan dan Pembibitan Kambing Boer Sumber Sekar,milik Universitas Brawijaya, Malang,di Desa Sumber Sekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang,  dan ke salah satu Kelompok Binaan, Jumat (24/02).

“Kita harus perlu belajar, dan mampu membuat peternakan tetapi butuh kerjasama dengan pihak lain, seperti pengawasan kesehatan dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar,” kata Penasehat Baznas Kabupaten Karanganyar, Samsi.

Samsi juga optimis dengan peternakan yang akan dibuat, terlebih Baznas Karanganyar mampu berinvestasi sebagai proyek percontohan, sedangkan lokasi sedang dipersiapkan.

“Ada potensi juga, berapa peternak yang mampu dibuat kelompok-kelompok untuk ikut beternak kambing,” katanya.

Sementara itu, Agus Budiarto, Pengurus Laboratorium Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang, mengatakan keunggulan dari kambing boer peternakannya yakni pertumbuhan cepat, anak yang lahir berat lebih banyak, dan kolesterol rendah.

“Kambing ini dapat dikembangbiakkan di dataran tinggi maupun rendah, tidak ada masalah,” katanya.

Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, itu juga menjelaskan, pihaknya telah membuat kelompok-kelompok binaan yang tersebar di Malang.

“Mulai dari tahun 2011, kami mebuat kelompk binaan dengan melibatkan pihak perbankan untuk bantuan kredit untuk modal,” katanya.

Dia juga menyasarankan, jika Baznas Kabupaten Karanganyar mengembangkan ternak kambing boer, agar menyediakan pakan yang banyak, dengan menanam rumput. (pd)