Rakor Percepatan Program JKN-KIS, Kabupaten Karanganyar Menuju UHC 2019

Kominfo
Sekretaris Daerah Kab. Karanganyar, Drs. Samsi, Msi Membuka Sosialisasi BPJS Kesehatan di Ruang Podang I Setda Karanganyar, Kamis (09/2)

Karanganyar, 09 Februari 2017

Sebanyak 482.957 penduduk Karanganyar belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – Kartu Indonesia Sehat (KIS) berdasar Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari OPD terkait. Hal tersebut menjadi latar belakang perlunya rakor ini diselenggarakan sebagai upaya dalam rangka Kabupaten Karanganyar menuju Universal Health Coverage (UHC) yang ditargetkan rampung pada 1 Januari 2019. Hadir dalam rakor tersebut Sekda Karanganyar Samsi, Assisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Surakarta, OPD terkait dan 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya Samsi mengapresiasi terhadap kinerja BPJS Kesehatan terkait penerbitan kartu peserta layanan BPJS Kesehatan yang bisa satu hari jadi. Namun demikian diharapkan BPJS meningkatkan pelayanan terutama dalam sosialisasi ke masyarakat Karanganyar, hal ini didasari atas banyaknya informasi yang simpang siur dan kasus-kasus peserta BPJS dalam memperoleh hak-haknya selaku pemegang kartu BPJS. Pengawasan terhadap fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan baik tingkat pertama dan lanjutan meski intensif dilakukan supaya hak-hak peserta layanan kesehatan JKN-KIS terpenuhi dengan baik.

“Bupati Karanganyar Juliyatmono beserta Wakil Bupati Rohadi Widodo sangat mendukung sekali terkait kesehatan masyarakat, dan sudah menjadi salah satu misi pembangunan Kabupaten Karanganyar 2013-2018 yaitu kesehatan gratis”, ujar Samsi

Untuk itu diharapkan kepada para Camat untuk memfasilitasi kegiatan BPJS Kesehatan dimana akan dilaksanakan BPJS Kesehatan Mobile yang akan langsung terjun ke 17 Kecamatan dimana 1 minggu sebanyak 2 kali akan dilaksanakan sosialisasi sekaligus jemput bola pendaftar yang menyasar kepada kelompok masyarakat yang belum terdaftar kedalam layanan KIS maupun KIS.

Sementara itu Agus Purwono Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Surakarta dalam paparannya menjelaskan BPJS Kesehatan selain gencar adakan sosialisasi juga akan menerapkan sistem dropbox dimasing-masing kantor kecamatan dan tempat layanan strategis untuk mensukseskan target 107 juta penduduk Indonesia mendapatkan layanan jaminan kesehatan  (demikian Diskominfo, ad)