Boyongan Pedagang, Bupati Ajak Rawat Pasar Matesih

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanggul gunungan berisi sayuran dan buah, saat boyongan pedagang Pasar Matesih
Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanggul gunungan berisi sayuran dan buah, saat boyongan pedagang Pasar Matesih

Karanganyar, Senin (06/02/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengajak pedagang maupun warga untuk merawat juga menjaga Pasar Matesih yang telah selesai dibangun.

“Mari kita jaga bersama, Pasar Matesih ini, digunakan dengan baik, semoga tambah makmur, laris dan sejahtera,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Minggu (05/02) pagi, di sela-sela boyongan pedagang Pasar Matesih

Bupati juga menegaskan pedagang lama tidak dipungut biaya untuk menempati kios maupun los. “Dijaga dengan baik, semua warga termasuk pedagang pasar yang dulu menempati di sini, tidak dipungut biaya, alias gratis,” kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengajak warga untuk senang berbelanja di pasar tradisional seperti di Pasar Matesih yang dibuat modern dan berlantai satu.

“Secara umum cukup memadai dan ada beberapa penambahan sarana publik dan ketinggian los agak diperpendek sedikit, namun secara umum sudah representatif. Terlebih tidak lagi kumuh,” kata Bupati.

Juliyatmono mengatakan pasar tradisional yang dianggap kumuh dan tak rapi sedikit demi sedikit dikikis dengan revitalisasi pasar. Konsepnya tetap pasar tradisional. Tapi dibangun lebih modern.

“Revitalisasi pasar tradisional akan terus dilakukan. Mengingat keterbatasan anggaran, revitalisasi akan dilakukan bertahap dan merujuk skala prioritas supaya ke depannya pasar-pasar di wilayah Kabupaten Karanganyar dapat menjadi pasar modern namun tidak menghilangkan nilai-nilai estetika dan tradisionalnya,” katanya.

Pagi itu, ratusan pedagang Pasar Matesih boyongan dari pasar darurat di lapangan desa Matesih menuju ke pasar yang baru, dengan berjalan kaki sepanjang dua kilometer.

Tampak juga Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo ikut memanggul gunungan berisi buah dan sayur setinggi 2 meter, bergabung dengan ratusan pedagang itu. Rombongan paling depan ada Putra Putri Lawu 2016 dan kesenian reog. Sepanjang jalan warga berjejal melihat arak-arakan boyongan.

Sesampainya di dalam pasar, rombongan itu syukuran tumpengan, dan sajian aneka macam makanan tradisional. Setelah doa bersama, makanan itu dibagi-bagikan kepada pedagang dan warga, dalam hitungan detik mereka berebutan untuk mendapatkannya.

Pembangunan pasar itu menghabiskan dana Rp. 14,9 miliar pada tahun 2016.  Pembangunan  itu meliputi sebanyak 161 kios, 17 kios buah, los untuk 512 lapak, sarana lain, MCK, parkir dan lainnya. (pd/by)