Pertemuan Sekretaris KPA Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah

DSC_0227
Sekretaris KPA Provinsi Jawa Tengah menyampaikan laporan dalam Pertemuan Sekretaris KPA Kab/Kota se Jawa Tengah Kamis, 26 Januari 2017

Hari Kamis, 26 Januari 2017 diadakan pertemuan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah di Wisma Pringgosari Tawangmangu.

Wakil Bupati Karanganyar selaku Penanggung Jawab KPA Kabupaten Karanganyar, Rohadi Widodo menyampaikan ucapan selamat datang bagi peserta.  Rohadi menekankan pentingnya peran KPA dalam menekan perkembangan dan penularan HIV/AIDS di masing-masing Kabupaten/Kota. Kita berlomba-lomba menjadikan daerah kita sehat dan bebas dari HIV/AIDS.

Dalam laporannya Sekretaris KPA Provinsi Jawa Tengah, Zaenal Arifin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud apresiasi dan penghargaan kepada Sekretaris KPA Kabupaten/Kota yang telah bekerja keras melaksanakan tugasnya dalam gerakan penanggulangan HIV/AIDS di daerahnya masing-masing. Kegiatan ini selain untuk pertemuan bagi para Sekretaris KPA membahas rencana kerja tahun 2017 tetapi juga merupakan refreshing bagi mereka. Zaenal Arifin juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada KPA dan Pemda Kabupaten Karanganyar yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini.

Disampaikan pula oleh Zaenal Arifin bahwa KPA Jawa Tengah menduduki peringkat pertama tingkat nasional dalam hal administrasi dan laporan. Zaenal Arifin juga menyampaikan bahwa KPA Provinsi Jawa Tengah telah menerbitkan Buku Panduan WPA (Warga Peduli AIDS). Bahkan sudah disiapkan Mars WPA hasil karya salah seorang Sekretaris KPA di Provinsi Jawa Tengah. Mars ini akan disebarluaskan di tingkat nasional dan mudah-mudahan bisa diterima oleh KPA Pusat.

Yang perlu menjadi perhatian bahwa dari 35 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Tengah baru 25 yang aktif KPAnya. Ke depan diharapkan supaya seluruh KPA di Jawa Tengah bisa eksis dan berjalan kegiatannya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko sekali lagi menyampaikan penghargaan kepada KPA dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Disinggung oleh Heru Sudjatmoko bahwa KPA merupakan lembaga yang harus terus berjalan karena sangat penting untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Dukungan Kepala Daerah sangat penting utamanya dalam hal komitmen untuk kegiatan penanggulangan HIV/AIDS ini. Bukti dari adanya komitmen pemerintah adalah adanya legalitas terhadap hal ini yaitu dengan adanya Perda.

“Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Kabupaten/Kota yang sudah memiliki Perda tentang HIV/AIDS,” ujarnya. “Bagi yang belum supaya segera diproses,” imbuhnya.

Adanya legalitas ini sangat penting sebagai bukti keseriusan Pemerintah Daerah dalam hal penanggulangan HIV/AIDS. Apabila ada Perda tentu pihak donatur akan terus memberikan dukungannya. Terus terang dana untuk kegiatan dan obat-obatan bagi penderita HIV/AIDS selama ini bersumber dari donatur luar negeri. Kita berharap mereka melihat keseriusan kita sehingga tetap memberikan bantuannya.

Diingatkan pula oleh Heru Sudjatmoko bahwa lembaga yang hidup perlu didukung oleh tiga hal yaitu SDM, dana operasional dan sarana/prasarana atau man, money dan material. SDM harus handal, sehat dan penuh semangat. Pendanaan untuk lembaga ini juga harus didukung oleh banyak pihak. Untuk lembaga KPA ini pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tetapi perlu dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak terkait. (kris/adit)