Perayaan Natal SMA/SMK Se-Kabupaten Karanganyar

KOMINFO
Bupati Karanganyar memberikan sambutan pada acara perayaan natal bersama SMA/SMK se-Kabupaten Karanganyar, Rabu(18/1)

Karanganyar, 18 Januari 2017

Rabu, 18 Januari 2017 siswa-siswi SMA/SMK Nasrani merayakan Natal bersama di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Ngijo Tasikmadu.

Diawali dengan penampilan siswa-siswi dari masing-masing sekolah perayaan Natal tersebut berjalan dengan meriah dan penuh sukacita. Menurut Ketua Panitia kegiatan tersebut, siswa-siswi Nasrani SMA/SMK se Kabupaten Karanganyar berjumlah lebih dari 400 anak.

Dalam laporannya Ketua Panitia, Dra. Rini Wijayanti, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik karena kerjasama berbagai pihak, baik para guru maupun para siswa Nasrani di Kabupaten Karanganyar. Oleh karena itu pada kesempatan tersebut Rini menyampaikan ucapan terima kasihnya.

Yang menjadi kebanggan tersendiri bagi siswa-siswi tersebut adalah karena Bupati Karanganyar, Juliyatmono berkenan hadir secara pribadi dan menyampaikan sambutannya.

“Melalui perayaan Natal keluarga besar SMA/SMK ini semoga kita mendapatkan hikmah yang baik. Kami tetap berharap kepada Bapak/Ibu Guru untuk terus membimbing putra-putrinya dengan rasa cinta kasih. Karena sumber energi itu ada di cinta kasih kepada sesamanya,” kata Juliyatmono.

“Sekalipun SMA/SMK sekarang sudah dilimpahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, keberadaan SMA/SMK ada di Kabupaten Karanganyar. Pemerintah Kabupaten Karanganyar tetap berusaha menggratiskan biaya sekolah SMA/SMK. Anggaran telah disiapkan melalui APBD Kabupaten Karanganyar,” demikian imbuhnya.

Oleh karena itu para siswa didorong untuk giat belajar untuk mencapai pendidikan yang setinggi-tingginya.

“Semua pelajar yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri yang telah tercantum dalam SK Bupati akan mendapatkan bonus Rp.2.500.000,00 (Dua juta lima ratus ribu rupiah). Mudah-mudahan hal ini bisa memacu semangat dan motivasi untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya,” ujar Juliyatmono.

Selanjutnya Juliyatmono menghimbau, “Yang paling penting, negara kita adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kebhinekaan adalah keniscayaan yang harus dipupuk, dipelihara dan dijaga. Keragaman adalah potensi yang sekarang sedang diuji dengan beragam paham, aliran yang mencoba memaksakan diri, memaksakan kehendak kepada masyarakat Indonesia. Masa depan Indonesia ada di pundak anak-anak muda, utamanya para pelajar. Oleh karenanya kami tetap berharap semua pelajar, orang-orang cerdas, terdidik ini ikut mensosialisasi, mengokohkan kembali negara kita adalah negara berdasarkan Pancasila. Semua agama boleh berkembang dan tumbuh subur di Negara Indonesia tercinta ini. Pancasila  harus diimplementasikan secara sungguh-sungguh. Karena substansi, dimensi kehidupan kita adalah mencintai sesamanya, mengangkat harkat  manusia ke arah yang bermartabat. Agama adalah pilihan pribadi karena itu bernasranilah yang baik, berkristenlah yang baik.”

Romo Nurrobertus Sukarno Siwi, PR. dalam renungan Firman Tuhan yang disampaikannya menegaskan bahwa sesuai tema Natal kali ini, kita harus senentiasa meneladani kasih Tuhan yang telah berkenan hadir ke bumi untuk keselamatan manusia.”

Demikian Diskominfo (kris/yoga)