Jembatan Selfie, Wisata Murah Berlatar Pemandangan Alam

Sekelompok anak muda berfoto bareng di jembatan selfie, Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.
Sekelompok anak muda berfoto bareng di jembatan selfie, Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Karanganyar, Senin (16/01/2017)

Kabupaten Karanganyar yang sebagian wilayah berada di lereng Gunung Lawu terdapat tempat wisata baru, murah berlatar pemandangan alam, perbukitan hijau.

Letaknya berada di Kecamatan Jenawi, berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur, dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dari kota Karanganyar selama dua jam, kecepatan rata-rata 60 kilometer/jam.

Bagi wisatawan, 1,5 kilometer sebelum mencapai harus ekstra hati-hati, karena jalanan sangat menanjak dan butuh konsentransi tinggi, namun warga desa ada yang menjaga di sisi jalan dan siap menganjal roda kendaraan apabila tidak kuat menanjak.

Namun bagi yang membawa mobil, disarankan untuk memarkirkan kendaraan ditempat parkir, yang berada dibawah sebelum jalan menanjak itu, karena jalan dari rabat beton juga sempit, berukuran 2,5 meter. Disitu pula disediakan ojek untuk sampai lokasi jembatan selfie, cukup membayar Rp. 5000 untuk antar dan pulang ke lokasi parkir.

Jembatan selfie itu, warga setempat menamai Thuk Mangklung Indah (TMI), terbuat dari bambu dengan ketinggian 4,5 meter dari jalan rabat beton, berada di Dusun Tempel, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi.

Wisatawan cukup membayar Rp. 6000 per orang termasuk parkir untuk masuk kawasan alam itu. Selain jembatan, juga ada tiga  rumah pohon, berada di pohon alpukat, nangka dan lain-lain.

Bagi yang ingin berlama-lama dan melepas lelah setelah perjalanan jauh, dilokasi itu juga ada warung-warung menyediakan aneka makanan dan minuman dengan harga cukup terjangkau.

Sensasi seru sangat dirasakan ketika wisatawan berfoto selfie di jembatan itu, angin cukup kencang berhembus sangat terasa, apalagi berada di sisi ujung kanan maupun kiri. Diujung itu, kita dapat melihat luas pemandangan alam, hijaunya pepohonan dan perbukitan, bisa juga menguji adrenalin wisatawan. Namun juga diperhatikan dari faktor keselamatan, mengingat wisatawan saat di jembatan selfi TMI itu maksimal 10 orang. Untuk berfoto-foto silih berganti.

Rumah pohon setinggi 3 meter, juga menjadi pilihan wisatawan, menaiki tangga, dan duduk ataupun berdiri setelah diatas.
Rumah pohon setinggi 3 meter, juga menjadi pilihan wisatawan, menaiki tangga, dan duduk ataupun berdiri setelah diatas.

Rumah pohon setinggi 3 meter, juga menjadi pilihan wisatawan, menaiki tangga, dan duduk ataupun berdiri setelah diatas. Butuh keberanian ektra untuk lama-lama ditempat itu, karena tubuh terasa diayun-ayun dari bawah, padahal itu karena hembusan angin cukup kuat.

Saat ditemui, Minggu (15/01), Bayan Tempel, Warsito, menceritakan awal mula ada objek wisata itu. Dimulai dari saran mahasiswa KKN UNS untuk membuat jembatan selfie, karena lokasi itu sangat menarik. Setelah itu, pihaknya berembug dengan warga dan membuatnya pada September 2016.

“Pertama kami juga kaget, kenapa semakin lama, anak muda banyak yang datang kesini, tentu tak menyangka sebelumnya,” kata Warsito, saat ditemui.

Proses pembangunan yang memakan waktu satu bulan itu menuai hasil karena keterlibatan pemuda setempat, mempromosikan dengan menggunakan media sosial, sehingga cepat tersebar.

Objek wisata itu ramai dikunjungi pada Sabtu, Minggu dan hari libur dengan jam buka setiap hari pukul 08.00-18.30 WIB.pd