Kemah 360 Hari Bagi Pramuka Penggalang Dimulai

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat berbincang dengan pramuka penggalang di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri
Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat berbincang dengan pramuka penggalang di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Delingan.

Karanganyar, Sabtu (07/01/2017)

Acara kemah selama 360 hari yang diikuti oleh pramuka penggalang telah dimulai dan yang mendapat giliran pertama dari Kwaran Jumapolo, dengan mengikutsertakan sebanyak 400 pramuka.

Pramuka penggalang untuk kelas 5 SD/MI itu berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (06-8 Januari 2017), di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.

Sedangkan untuk giliran selanjutnya juga masih dari Kwaran yang sama, dengan diikuti sebanyak 230 pramuka putra dan putri.

Ketua Panitia Kemah 360 Hari, Hardjono mengatakan peserta perkemahan untuk tahap pertama adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar/MI di Kabupaten Karanganyar.

“Selama setahun ada 48 pekan, dikurangi kegiatan UTS, UKK, UN, PPDB, hari-hari besar tinggal 36 pekan dikalikan tiga hari, dengan jumlah 108 hari,” kata Hardjono.

Sisa hari tersebut untuk kemah kelas 6 rencana akan mengadakan perkemahan di halaman sekolah mengambil bulan Januari sampai Maret. Pada bulan Mei kelas 6 persiapan Ujian Nasional dan disambung lagi pada bulan Agustus sampai Desember 2017 pada saat siswa kelas 6 tersebut yang sudah menjadi kelas 1 SMP.

Kemah ini akan dilaksanakan mulai tanggal 6 Januari 2017 oleh Kwaran Jumapolo dan selesai oleh Kwaran Gondangrejo pada 17-19 Desember 2017. Setiap angkatan diharuskan berkemah selama tiga hari, dari Jumat-Minggu.

Materi kegiatan dibagi menjadi dua kegiatan inti dan penunjang. Kegiatan inti berupa pendidikan, keagamaan, K3 Perkemahan, PBB, pembuatan pionering tower mini, semaphore, permainan tradisional, estafet, halang rintang, pentas seni, kegiatan memasak, dan kegiatan malam.

Saat mengisi ceramah pembukaan, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan kemah ini menjadi pengalaman yang baik. Peserta tekun, disiplin, jangan malas, dan mengikuti kegiatan.

“Ikut kemah ini sebagai upaya untuk belajar, karena dapat ilmu dan pengalaman yang penting bagi semuanya. Belajar memasak sendiri, mencuci pakaian, mensetrika. Ketika sudah dewasa bisa bekal mandiri,” jelasnya.

Pada kesempatan itu dia juga mengajak agar peserta kemah untuk menjauhi narkoba, jangan merokok, dan jangan minum minuman keras. Selain itu juga berhati- hati dengan penggunaan telepon pintar.

“Jangan salah menggunakan, orang tua harus mengawasi anak-anaknya,” katanya.pd