Calon Kepala Desa Diberi Pengarahan

Para Calon Kepala Desa seusai pengarahan, berfoto dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi WIdodo.

Para Calon Kepala Desa seusai pengarahan, berfoto dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi WIdodo.

Karanganyar, Rabu  (23/11/2016)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pengarahan kepada Calon Kepala Desa (Cakades) yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa Serentak Gelombang I Tahun 2016, Selasa (22/11), di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar.

Di Kabupaten Karanganyar terdapat 11 Desa yang menyelengarakan Pemilihan Kepada Desa, seperti Desa Petung dan Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso. Desa Kaliboto dan Desa Buntar, Kecamatan Mojogedang. Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih. Desa Dukuh, Kecamatan Ngargoyoso. Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu. Desa Tohkuning dan Harjosari, Kecamatan Karangpandan. Desa Klodran dan Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu.

Asisten Pemerintahan, Nunung Susanto mengatakan, tahapan Pilkades  meliputi persiapan peralatan Pilkades (2-21/11), Penyampaian undangan kepada pemilih (21-25/11), kampanye (28/11), hari tenang (29/11), pemungutan suara (30/11), dan pelantikan Kepala Desa (28/12).

“Panitia Pilkades Kabupaten Karanganyar, dan Panitia Pengawas Pilkades telah melaksanakan Pembekalan terakhir kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa, Calon Kepala Desa, dan Saksi Calon kepala Desa,” kata Nunung Susanto.

Sementara itu dalam arahan, Bupati Juliyatmono mengatakan, Cakades tahun ini tidak menggunakan gambar simbol, namun dengan foto diri untuk di coblos.

“Camat dan Forkopimcam diminta untuk membantu agar jalannya pelaksanaan pesta demokrasi itu bisa berjalan lancar. Jika ada timbul perselisihan segera dapat diselesaikan agar tidak meluas,” kata Bupati.

Bupati juga meminta kepada Panitia Pilkades jangan pernah terbesit berpihak pada Calon, dan pastikan sebelum jam sudah selesai, dan untuk membuka kotak suara semua sudah jelas dan gamblang.

“Jam pencoblosan bila sudah selesai ya segera ditutup, jangan biarkan ada yang masih mencoblos, itu tidak boleh,” kata Bupati.

Dikatakan lebih lanjut, di Pilkades tidak memakai kuorum, kalau misalkan saja satu desa yang datang ke tempat pencoblosan 500 ribu pemilih, ya yang paling banyak mendapat suara dari yang datang itu.pd