ASN di Karanganyar Dihimbau Gunakan Elpiji Non Subsidi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memberikan Bright Gas 5.5 Kilogram secara simbolis kepada sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memberikan Bright Gas 5.5 Kilogram secara simbolis kepada sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Karanganyar, Rabu (23/11/2016)

Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, dihimbau menggunakan elpiji non subsidi dengan harapan menjadi panutan dan inspirasi bagi masyarakat untuk bijak menggunakan energi.

“ASN ikut membantu untuk tidak membeli elpiji yang 3 Kilogram, karena  kesempatan masyarakat yang menggunakan elpiji 3 kilogram menjadi terganggu,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (23/11) saat acara Sosialisasi Penggunaan Elipiji Bright Gas 5.5 Kilogram, di Gedung Wanita.

Dalam sistem dagang, lanjut Bupati, tidak mungkin orang membeli yang jumlah dan nilai lebih besar, pasti mencari nilai yang rendah untuk efien. Tetapi ini program, ASN dihimbau untuk tidak menggunakan elpiji 3 kilogram.

“Dengan tidak menggunakan gas epliji 3 kilogram, berarti kesempatan masyarakat yang kurang mampu untuk membeli gas 3 kilogram lebih besar,” kata Bupati.

Selain itu, mereka (ASN) menggunakan gas elpiji non subsidi, berarti membantu tercukupinya kebutuhan gas masyarakat yang harus mendapatkan.

“Saya yakin ASN akan meneladani dan melakukan itu (tidak menggunakan gas 3 kilogram). Nanti ada sidak ke rumah mereka, apakah masih menggunakan elpiji 3 kilogram,” kata Bupati.

Ditempat yang sama Marketing Branch Manager Pertamina Area DIY dan Surakarta Dody Prasetya, mengatakan sejak konversi tahun 2007 lalu, pemerintah dan Pertamina terlah berupaya sebaik mungkin dalam mendistribusikan Elpiji 3 Kilogram, termasuk dalam memastikan bahwa varian Elpiji dapat tersalurkan kepada khalayak yang tepat.

“Pertamina juga aktif melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam memastikan distribusi Elpiji 3 kilogram yang tepat sasaran, salah satu out put konkritnya adalah kerjasama dengan Pemkab Karanganyar,” kata Dody.

Tak hanya itu saja, Pertamina juga telah meluncurkan Bright Gas 5.5 Kilogram dengan keunggulan lebih aman, nyaman dan terjangkau.

“Gas 5.5 Kilogram ini lebih aman karena dilengkapi dengan fitur teknologi katup ganda yang dua kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung,” katanya.

Tabung ini juga dilengkapi dengan hologram fitur Optical Color Switch (OCS) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan. Produk gas itu diklaim sangat praktis digunakan dimana berat kosong tabung hanya 7,1 kilogram dan total dengan isi hanya 12,6 kilogram.

“Kami juga mempunyai program bagi masyarakat yang ini beralih menggunakan gas 5,5 kilogram. Dengan paket penukaran, diantaranya dua tabung 3 kilogram dapat ditukarkan dengan 1 tabung Bright Gas dengan menambahkan biaya konversi sebesar Rp. 38 ribu(belum biaya isi ulang),” katanya.

Bisa juga dengan menukaran dua tabung 3 kilogram ditambah Rp. 99.500, mendapatkan satu tabung Bright Gas 5.5 Kilogram termasuk isi.pd