Hingga Pameran Ditutup, Pengunjung Capai 25 Ribu Orang

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menutup Pameran Intanpari 2016, Senin (14/11) malam, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menutup Pameran Intanpari 2016, Senin (14/11) malam, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (15/2016)

Pameran Intanpari 2016 Kabupaten Karanganyar yang diselanggarakan dari Jumat-Senin (11-14/11) di Plasa Alun-alun hingga hari terakhir kemarin, pengunjung yang dapat mencapai 25 ribu orang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar, Larmanto, Senin (14/11) saat acara penutupan pameran Intanpari 2016.

“Komoidatas yang paling diminati berupa batik dan pakaian jadi, kerajinan, mebel kayu, makanan olahan, dan tanaman hias jemani,” kata Larmanto.

Selain itu, selama empat hari pameran berlangsung transaksi mendekati Rp. 1 miliar, namun tahun ini transaksi menurun dibandingkan pada Solo Raya Creative Expo 2015, dan juga pengunjung hingga mencapai 40 ribu orang.

Pada hari penutupan, pihak panitia bekerjasama dengan Bulog mengadakan pasar murah, dengan komoditas yang dijual beras, gula pasir, tepung terigu,  minyak goreng dan bawng putih.

Sementara itu ditempat yang sama, saat menutup pameran,  Wakil Bupati Rohadi Widodo mengatakan pameran ini cukup ramai, dan diikuti pebisnis yang mempunyai semangat besar untuk memasarkan produk-produknya.

“Sebuah usaha diperlukan upaya yang masksimal dan tantangan besar. Ada yang bersemangat jualan. Ini sebagai bukti nanti akan mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Rohadi Widodo.

Dengan adanya pameran ini sebagai bagian soliditas dan semangat bisnis marketing, ini bisa terlahir pengusaha besar dan membuka lapangan usaha yang luas.

Pada pameran tahun ini, stan yang difasilitasi Pemkab Karanganyar sejumlah 86 stan, swadaya mandiri sejumlah 40 stan. Selain itu juga didukung 80 UKM kuliner di seputaran Alun-alun.

Sedangkan produk-produk lokal yang dipamerkan dan dijual meliputi kerajinan, kuliner, pertanian agro, fashion, produk kreatif, pelayanan informasi masyarakat, dan terdapat panggung hiburan, seni budaya daerah.pd