Karanganyar Canangkan Bebas BABS Tahun 2017

Kabupaten Karanganyar bertekad untuk bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) menyeluruh di Tahun 2017.

Kabupaten Karanganyar bertekad untuk bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) menyeluruh di Tahun 2017.

Karanganyar, Minggu (13/11/2016)

Kabupaten Karanganyar bertekad untuk bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) menyeluruh di Tahun 2017 nanti. Hal itu dikatakan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Sabtu (13/11) malam, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pencanangan itu dihadiri dari tingkat Kecamatan, Desa dan Swasta sebagai komitmen dalam kebersamaan membangun sanitasi menyeluruh di Kabupaten Karanganyar. Bahkan pada malam itu,  juga dihadiri Duta Sanitasi, Ike Nurjanah.

Ike Nurjanah pada kesempatan itu merasa senang, karena merasa ikut peduli dan mengajak warga untuk tidak Buang Air Besar Sembarangan.

“Waktu kecil, saya tahu betul betapa repotnya BAB d WC Helikopter, siang maupun malam. Kala itu kampung saya ada di belakang Bandara Kemayoran, dari keluarga yang sederhana,” kata Ike.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi mengatakan, kondisi sanitasi dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar menyebutkan, masih terdapat 6.535 Kepala Keluarga  yang melakukan perilaku BABS, di perkotaan akses sanitasi yang layak mencapai 79,61 persen, di pedesaan 78,82  persen atau sekitar 19 ribu KK belum menggunakan jamban sesuai ketentuan.

“Dari jumlah tersebut yang tidak mampu 10 ribu KK, dan sisanya kategori mampu membangun sendiri namun belum melakukan dengan alasan tertentu,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono  mengatakan masyarakat  Kabupaten Karanganyar dibangun perilaku hidup bersih dimulai dari keluarga masing-masing mempunyai jamban agar sanitasi dapat diatasi dengan baik.

“Di tahun 2017 depan kita menginginkan seluruh masyarakat Kabupaten Karanganyar sudah tidak ada Buang Air Besar Sembarangan, dengan dibuat Satgas Tingkat Desa untuk menyemangati hidup sehat,”katanya.

Selain itu, Bupati juga meminta agar Kepala Puskesmas mempunyai kewajiban moral mendorong warga untuk berperilaku hidup sehat.

Ditempat yang sama, Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugiantono mengatakan tekad dari Pemkab Karanganyar dan masyarakat tentang Stop BABS patut di apresiasi.. Tekad ini akan membantu percepatan dari Kabupaten/Kota  di Indonesia, belum ada 50 benar-benar Stop BABS.

“Kita berharap, bahwa Stop BABS ini bisa dicapai setiak-tidaknya bisa mencapai setidak-tidaknya 50 persen di 514 Kabupaten/Kota di Indonesia,” kata Dirjen Kesehatan.

Lebih lanjut, dia mengatakan kegiatan itu sejalan dengan Peraturan Presiden RI No 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2015-2019, yakni Program 100 0 100.

“100 persen akses air bersih bagi seluruh masyarakat, 0 persen daerah kumuh perkotaan, dan 100 persen akses sanitasi di tingkat masyarakat,” jelasnya.

Dikatakannya, saat ini kita semuanya sedang mengupayakan dengan sungguh-sungguh persoalan air bersih dan sanitasi. Alasan petama saat ini bergesernya pola penyakit dan bengkaknya biaya pelayanan kesehatan karena faktor perilaku.

“Perilaku terhadap buang air besar dan sanitasi akan mempengaruhi perilaku-perilaku yang lain, yang nantinya dalam kerangka sebuah pendekatan yakni keluarga, masyarakat akan mendapatkan peningkatan kesejahteraan sekaligus pengurangan belanja untuk kesehatan,” katanya. pd