Grebeg KB, Sasar Pasangan Usia Subur

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berdialog dengan warga di Pasar TegalgedeBadan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan acara Gerakan Pemberdayaan Keluarga (Grebeg) Pas Sasaran (Pasar) di Pasar Jungke, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar, Kamis(10/11)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berdialog dengan warga tentang KB di Pasar Tegalgede, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar,  pada acara Gerakan Pemberdayaan Keluarga (Grebeg) Pas Sasaran (Pasar)  Kamis (10/11)

 

 

Karanganyar, Kamis (10/11/2016)

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan acara Gerakan Pemberdayaan Keluarga (Grebeg) Pas Sasaran (Pasar) di Pasar Jungke, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar, Kamis(10/11)

Penyelenggaraan yang di kemas secara menarik dengan pemberian hadiah langsung jika berhasil menjawab pertanyaan dan hiburan musik mampu menarik masyarakat yang ada di sekitar acara. Demikian juga,  kaum adam dan hawa tidak ragu berkonsultasi tentang Medis operatif Wanita (MoW) maupun Medis operatif Pria (MoP).

Kepala BKKBN Jawa Tengah, Wagino mengatakan di Jawa Tengah pada tahun 2003 wanita usia subur memiliki rata-rata dua anak. Namun pada tahun 2012 justru meningkat dengan rata-rata mempunyai tiga anak.

“Saat ini yang menjadi prioritas menikah usia muda, dibawah usia 16 tahun. Jika menikah dibawah usia itu dikhawatirkan akan terjadi angka kematian ibu dan bayi yang tinggi,” kata Wagino.

Selain itu target akseptor KB di Jawa Tengah sekitar 800 ribu pada tahun 2016 ini, namun dia mengatakan baru bisa mencapai 63 persen, dari berbagai macam proram KB yakni, pil, suntik, iud, implan, MoP, dan MoW.

Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menghimbau agar  keluarga muda mau ikut KB, dengan harapan jika anak cukup dua nantinya hidup sejahtera, tidak membebani keluarga.

“Bapak-bapak boleh ikut KB MoP dengan diberi bonus uang Rp. 1, 5 juta rupiah. Sudah banyak yang ikut program itu,” katanya.

Dengan ikut KB, lanjutnya, mengajak masyarakat tertata dan berkualitas baik, pendidikan dan kesehatan juga terjamin. “Bukan melarang mempunyai anak, tetapi boleh saja, namun KB ini untuk menata keluarga agar sejahtera,” katanya.pd