Menanggapi Demo Nasional 4 November, Karanganyar Sikapi Dengan Penandatanganan Bersama Deklarasi Damai

Kominfo

Bupati Karanganyar, Wakil Bupati, Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Kapolres Karanganyar, Ka.Kemenag Karanganyar, Pimpinan Ormas Islam, Ketua FKUB Karanganyar, Ketua MUI Karanganyar, Rabu (2/11) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Jelang pelaksanaan demo 4 November mendatang, Polres Karanganyar bekerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Karanganyar menggelar silaturahmi dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Karanganyar. Pada kegiatan tersebut bertujuan agar Tokoh Agama mengajak umatnya menjaga suasana tetap kondusif dan meningkatkan toleransi antar umat bergama.

Kominfo

Bentuk Komitmen Bersama : Bupati Karanganyar Juliyatmono menandatangani Deklarasi Damai.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Karanganyar Juliyatmono menekankan tentang pentingnya kerjasama yang baik, koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak. “perbedaan itu bukan menjadi perpecahan, melainkan menjadi pemersatu” tuturnya dihadapan Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat pada acara Silaturahmi KAMTIBMAS Kabupaten Karanganyar yang mengusung tema Melalui silaturahmi antar umat beragama dan warga masyarakat, kita rawat dan jaga harmonisasi kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Karanganyar, Rabu (2/11/2016) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Sementara itu Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, dalam arahannya mengatakan bersama kita merawat keberagaman yang ada di Karanganyar. Negara kita adalah negara hukum, jadi disini saya mengajak kepada masyarakat untuk bisa saling menghargai atas proses hukum yang sedang berjalan. Sikapi perbedaan yang ada menjadi suatu harmonisasi.

“Perbedaan yang ada di lingkungan kita jadikan untuk berfikir positif, bersatu itu belum tentu seragam karena Tuhan YME, Allah SWT menciptakan berbagai makhluk agar bisa hidup rukun berdampingan. Mari kedepan lebih bisa merekatkan kita dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,”himbaunya.

Selanjutnya, Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Letkol. Santi Karsa Tarigan menekankan tentang konsistensi pada dasar negara yakni Pancasila. Karena di era reformasi dan era demokrasi ini justru mulai bermunculan intoleransi-intoleransi di tengah-tengah masyarakat.

“Intoleransi baik agama, suku maupun budaya mudah untuk menimbulkan konflik-konflik karena memang kurangnya konsistensi kita dalam memahami nilai-nilai pemersatu dalam Pancasila” imbuhnya didepan para peserta silaturahmi dari berbagai unsur meliputi MUI, DMI, FKUB, PKUB, Forum Pendeta, Organisasi Islam Muhammadiyah, MTA, LDII, NU.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan bersama Deklarasi Damai.

Demikian Dishubkominfo (ind/vvi)