TMMD Ditutup, Terdapat Penghematan Anggaran

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar meninjau jembatan dan jalan yang telah selesai dibangun,  Rabu (19/10) pagi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar meninjau jembatan dan jalan yang telah selesai dibangun, Rabu (19/10) pagi.

Karanganyar, Rabu (19/10/2016)

Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2016 Kabupaten Karanganyar telah selesai, dan terdapat pengematan anggaran dibandingakan dengan cara diborongkan.

Dari perbandingan nilai proyek, terdapat penghematan Rp. 176.700.000. Jumlah itu diperoleh jika nilai proyek diborongkan sebesar Rp. 847 juta, namun jika dikerjakan Program TMMD hanya Rp. 670.300.000.

TMMD tersebut ditutup secara resmi oleh Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol CZi Santy Karsa Tarigan, di Lapangan Desa Kadipiro, Kecamatan Jumapolo.

“Program TMMD ini telah dimulai sejak tahun 1980an dengan sebutan ABRI Masuk Desa (AMD). Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama lebih kurang 35 tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Letkol CZi Santy Karsa Tarigan,saat membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono.

Seusai upacara di Lapangan Desa Kadipiro, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Kabupaten Karanganyar meninjau jembatan dan jalan yang telah selesai dibangun,  Rabu (19/10) pagi.

Jembatan dengan panjang enam meter, lebar empat meter dan tinggi enam meter itu terletak di Dusun Banyak, Desa Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, dan menghubungkan ke Desa Jumantoro dan jalan cor diresmikan Komandan Kodim 0727/Karanganyar.

Letkol CZi Santy Karsa Tarigan mengatakan, pemilihan lokasi ini merupakan usulan dari bawah melalui rembug desa.

“Pembanguan jembatan, cor, dan talud merupakan penghubung antar dusun dan ke desa lain, sehingga dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat. Juga memperlancar transportasi,” katanya.

Dia juga mengatakan,pelibatan personil TMMD sebanyak 40 orang, juga dari Polsek, masyarakat, linmas, ormas, pelajar, pramuka dan karanganyar, dengan jumlah sekitar 100 orang. Pendanaan hingga Rp. 670.300.000, yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Karanganyar dan swadaya masyarakat Desa Kadipiro.

Selain itu juga dibangun untuk sasaran fisik berupa makadam dan betonisasi jalan, pembangunan talud jalan, cor jalan, dan plesterisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 rumah.

Pelaksanaan Pra TMMD dimulai tanggal 10 sampai dengan 19 September 2016, dan sasaran fisik telah mencapai 20 persen. Sedangkan kegiatan TMMD dari pembukaan 20 September 2016 hingga 19 Oktober 2016, dan sasaran fisik telah selesai 100 persen.

TMMD juga mengadakan kegitan sasaran non fisik seperti pembekalan tentang bahaya radikalisme, terorisme, bahaya narkoba, sosialisasi pensertifikatan tanah, kependudukan, sosialisasi pertanian, perundang-undangan pemerintah desa, pelayanan KB dan kesehatan, pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan umum, pembuatan SIM, hiburan rakyat dan bintal.pd