Peringati Hari CTPS, Gerakan Anak Sekolah Untuk Perilaku Bersih

TK Al Hidayah, Komplek Masjid Agung Karanganyar saat Cuci Tangan Pakai Sabun, Sabtu (15/10)

TK Al Hidayah, Komplek Masjid Agung Karanganyar saat Cuci Tangan Pakai Sabun, Sabtu (15/10)

Karanganyar, Senin (17/10/2016)

Untuk memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia, anak sekolah di Kabupaten Karanganyar digerakkan untuk perilaku bersih dengan membiasakan cuci tangan memakai sabun.

“Pada peringatan HCPS yang ke sembilan, tahun ini kami mengerakkan anak sekolah sebagai agen perubahan berilaku hidup bersih pada lingkungan keluarga,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Fatkhul Munir, Sabtu (16/10) saat jumpai di TK Al Hidayah, Komplek Masjid Agung Karanganyar.

Fatkhul Munir juga menjelaskan pada awalnya, pemicu ada gerakan CTPS Sedunia yang diperingati setiap15 Oktober ini, disebabkan anak balita penderita diare meninggal setiap harinya diseluruh dunia sebagai akibat dari kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan.

“Jadi menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi menjadi penting agar tidak terkena diare,” katanya.

Selain itu, menurutnya di Sanitasi Total Berbasis Masyarkat (STBM) terdapat lima pilar  yakni, Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum di Rumah Tangga (PAM RT), Pengelolaan sampah rumah tangga, dan Pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Di Kabupaten Karanganyar sudah berjalan baik, di sekolah-sekolah sudah ada yang menyediakan tempat cuci tangan, untuk membiasakan hidup bersih sejak dini,” katanya.

Tak hanya itu saja, dia juga mengatakan di Kecamatan Jatipuro juga ada warga desa yang didepan rumah masing-masing menyediakan wastafel, dengan disediakan sabun.

“Itu patut dicontoh, karena ada kesadaran Perilaku Hidup Besih dan Sehat (PHBS) warga setempat cukup baik,” katanya. pd