BABS Masih Tinggi, Dinkes Galakkan Jambanisasi

Dishubkominfo

Sambutan Sekda Kab. Karanganyar dalam acara Percepatan Stop Buang Air Sembarangan, Rabu (12/10/2016) di Podang I Kantor Setda Karanganyar.

Rakor STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), target menyeluruh dari Dinas Kesehatan Kab. Karanganyar yaitu semua rumah tangga mempunyai akses sanitasi dasar secara nasional dan harus dapat diwujudkan pada tahun 2019, Rabu (12/10/2016) di Ruang Podang I Kantor Setda Kab. Karanganyar.

“Berdasarkan Memorandum Program Sanitasi (MPS) Kab. Karanganyar akses sanitasi unutk semua rumah tangga ditarget dapat diwujudkan pada tahun 2017 secara bertahap,” hal tersebut dipaparkan langsung oleh Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kab. Karanganyar Fatkul Munir, SKm, M.Kes.

Berdasarkan hasil monitoring Dinkes Kab. Karanganyar, masih ada 2,94 % atau sebesar 7.562 KK yang masih membuang tinjanya di tempat terbuka (BABS). Sehingga perlu disosialisasikan pentingnya merubah pola perilaku masyarakat menjadi pola hidup bersih, sehat dan pembangunan jambanisasi.

Akses rumah tangga terhadap jamban sehat sebanyak 97,06% atau 254.332 KK. Dan menduduki urutan ke 4 (empat) teratas dari 35 kab/kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Desa yang sudah SBS/ODF terverifikasi sebanyak 45 desa (23,2%), kecamatan  yang sudah SBS/ODF sebanyak 3 kecamatan (17,6%). Sedangkan rumah yang belum ada jamban sehat sebanyak 19.536 rumah tangga, yang terdiri dari keluarga tidak mampu 10.396 KK dan ada 9.140 KK dari keluarga mampu.

Sementara itu Sekertaris Derah Kab. Karanganyar, Samsi,“Pentingnya menyosialisasikan pola hidup sehat dan harus adanya  kesadaran dari masyarakat sendiri untuk menumbuhkan pengetahuan tentang dampak atau bahaya dari buang air besar sembarangan,” yang dipaparkan pada saat sambutan Laporan Rakor STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) ujarnya.

Sedangkan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, I Dewa Made,  meminta tiap daerah mendukung pembangunan jambanisasi untuk percepatan pencapaian SBS dan program jambanisasi khususnya di Jawa Tengah.

Pada kegiatan tersebut dilaporkan perkembangan pencapaian target kecamatan di Kab. Karanganyar diantarany6a : 1. Kecamatan Jaten, KK BABS 234 KK, Rumah belum punya jamban 766 rumah; 2. Kecamatan Colomadu, KK BABS 106 KK, rumah belum punya jamban 280 rumah; 3. Kecamatan Mojogedang, KK BABS 168 KK, rumah belum punya jamban 1.359 rumah; 4. Kecamatan Kerjo, KK BABS 266 KK, rumah belum punya jamban 588 rumah; 5. Kecamatan Karanganyar, KK BABS 709 KK, rumah belum punya jamban 2.307 rumah; 6. Kecamatan Jumantono (taregt SBS kecamatan tahun 2015 namun belum tercapai), KK BABS 62 KK, rumah belum punya jamban 771 rumah; 7. Kecamatan Jenawi (target SBS kecamatan tahun 2015 namun belum tercapai), KK BABS 186 KK, rumah belum punya jamban 336 rumah; 8. Kecamatan Matesih (target SBS kecamatan tahun 2015 namun belum tercapai), KK BABS 295 KK, rumah belum punya jamban 834 rumah.

Dengan demikian sampai dengan bulan Oktober 2016 secara keseluruhan 8 (delapan) kecamatan yang ditargetkan mencapai SBS tahun 2016 KK yang masih BABS sebanyak 2.026 KK dan masih ada sekitar 7.241 rumah belum ada jamban sehat.

Demikian Dishubkominfo (ind/ir)