Jaga Stabilitas Ketahanan Pangan, Pemerintah Galakkan Konsumsi Makanan Lokal

 

kominfo
Rakor Ketahanan Pangan, Kamis (15/9) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam rangka menjamin ketersediaan pangan di Indonesia umumnya dan Jawa tengah khususnya, Karanganyar sebagai salah satu Kabupaten surplus beras dan serap gabah petani, Kamis (15/9/2016) melalui Kantor Ketahanan Pangan Karanganyar bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Kodim 0727 Karanganyar dan Sub Divre Bulog Surakarta mengadakan rapat koordinasi Serap Gabah Petani (SERGAP) untuk Ketahanan Pangan.

Rakor yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar ini dihadiri Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati, Rohadi Widodo didampingi Kepala Badan Penyuluh Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar, Bambang Harsono.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menghimbau perlunya pendataan akurat hasil panen gabah petani.

“ Jawa Tengah melampau target surplus beras, begitu juga Karanganyar sudah surplus beras dan serapan gabahnya, patut kita syukuri dan banggakan. Tetapi perlu saya ingatkan Kantor Ketahanan Pangan khususnya agar diadakan pendataan ulang yang lebih akurat hasil panen gabah petani dari segi penyalurannya, jumlah gabah yang dapat diserap bulog, minimal untuk rumah tangga petani terpenuhi,”pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati berharap harga dari petani juga ikut untuk ditingkatkan demi meningkatkan kesejahteraan petani.

“ Panen petani sudah baik hanya saja perlu pengawasan terhadap serapan panen, cadangan masyarakat supaya tidak kesulitan pangan. Selain itu, perlu  terus disosialisasikan penggalakkan kepada masyarakat agar juga mengoptimalkan makanan lokal selain beras untuk menjaga kestabilan ketahanan pangan,”pungkasnya.

Sementara itu, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Witono mengatakan Kebijakan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan nasional. Mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan merupakan hal mendasar yang sangat besar arti dan manfaatnya untuk mendukung pelaksanaan kebijakan terkait penyelenggaraan pangan di Indonesia.

 “Mandiri, diversifikasi pangan menjadi sangat penting untuk menghindari import pangan. Galakkan makanan lokal seperti ketela, umbi, jagung sebagai pengganti beras,”ujar Witono.

Ia juga mengatakan pentingnya pola makan yang sehat demi mewujudkan generasi cerdas. Di Indonesia sendiri 37 persen pertumbuhan badan anak-anak lebih pendek (cutting) karena pola makan kurang sehat

“Negara Jepang telah menerapkan pola makan bergizi pada warganya seperti nasi 50 gram, ikan 100 gram dan sayuran 250 gram dan itu terbukti penduduk yang cerdas. Indonesia terrmasuk 17 urutan dari bawah yang bergizi rendah,”terangnya.

Untuk itu perlu perhatian kita semua. Salah satunya dengan pencanangan gemar makan sayur sejak usia dini dengan cara mengenali sayuran dilingkungan keluarga dan sekolah mulai dari menanam sampai mengonsumsi.

Dalam rakor tersebut, dilaporkan bahwa serap gabah di Jawa Tengah sudah mencapai 93,8 persen. Hasilnya telah melampaui target, diharapkan September tahun ini target satu juta ton dapat tercapai. Jawa Tengah sendiri telah mengirimkan 3000 ton beras ke propinsi di luar Jawa. Untuk target tahun depan Pemprov. Jawa Tengah mencapai 50.000 sampai 100.000 ton beras.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind).