Arief dan Diaz Terpilh Putra Putri Lawu 2016

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan selempang pemenang Putra Putri Lawu Duta Wisata tahun 2016, Sabtu (10/09) di Plasa Alun-alun Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan selempang pemenang Putra Putri Lawu Duta Wisata tahun 2016, Sabtu (10/09) di Plasa Alun-alun Karanganyar

Karanganyar, Selasa (13/09/2016)

Pemilihan Putra Putri Lawu (PPL) Duta Wisata tahun 2016 pada malam Grand Final menobatkan Arief Zaafril Razaqtiar dan Diaz Anthera sebagai pemenang. Mereka menyisihkan finalis lainnya.

Setelah melalui berbagai tahapan, dimulai dari pendaftaran 1 Juni 2016-25 Agustus 2016, dan dipilih 10 besar Putra dan Putri untuk tampil pada malam Grand Final, Sabtu (10/09) di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Finalis tersebut tampil di panggung di hadapan juri  tamu undangan dan penonton yang memadati tempat acara. Mereka diharuskan menjawab pertanyaan dari  Forkopimda Kabupaten Karanganyar.

Hasilnya, empat juri PPL tahun 2016, yaitu K. R. A. T. Djuritno Yudohadinagoro, Yuli Wulandari, I. A. Joko Suyanto, dan Siti Khomsiyah memutuskan peserta nomor undian 01, Arief Zaafril Razaqtiar dan nomor undian 02, Diaz Anthera sebagai juara.

Arief, warga Ngringo, Kecamatan Jaten mengaku grogi saat tampil dan menjawab pertanyaan dari Forkopimda. Apalagi saat dia mendapat pertanyaan dengan menggunakan Bahasa Jawa.

“Saya ditanya maksud dari ‘sabar iku ingaran mustikaning laku,’ itu apa?” kata finalis kelahiran 5 April 1994 itu.

Hal yang sama juga dialami Diaz, warga Popongan, Kecamatan Karanganyar itu mengalami grogi, apalagi didepan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo. Namun dia bisa mengendalikan keadaan, sehingga dapat menjawab pertanyaan tentang  seandainya dia tidak terpilih sebagai duta wisata.

“Saya tampil masuk menjadi finalis 10 besar sudah bangga. Jika tidak terpilih saya akan tetap berkontribusi mempromosikan pariwisata Kabupaten Karanganyar sesuai kemampuan,” kata  Mahasiswi semester 5 FISIPOL UGM program studi Pembangunan Sosial Dan Kesejahteraan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada malam itu mengatakan kecerdasan, cara berpikir, dan cara pandang generasi muda Karanganyar terhadap potensi wisata untuk terus dipromosikan.

“Pariwisata adalah sebuah industri yang harus di maksimalkan potensinya, karena seiring kesejahteraan masyarakat, wisata menjadi bagian gaya hidup karena sudah memadai. Oleh karena itu, obyek wisata dikemas dan ditata lebih baik dan mempesona,” katanya.

Pemilihan PPL ini sebagai pintu gerbang untuk menumbuhkan rasa percaya diri generasi muda sebagai pintu sukses kedepan.

“Finalis 10 besar ini akan terus bersama Pemkab Karanganyar untuk mempromosikan obyek wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar sebaik-baiknya,” katanya.pd