Tumbuhkan Budaya Lokal Lewat Dolanan Anak

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan Festival Dolanan Anak Tahun 2016, untuk menumbuhkan budaya lokal lewat permainan tradsional.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan Festival Dolanan Anak Tahun 2016, untuk menumbuhkan budaya lokal lewat permainan tradsional.

Karanganyar, Senin (05/09/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan Festival Dolanan Anak Tahun 2016, untuk menumbuhkan budaya lokal lewat permainan tradsional.

Festival Dolanan Anak itu diikuti sebanyak 17 kelompok mewakili 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yang diadakan di Pujasera Cangakan, Sabtu (03/09) pagi. Kelompok peserta itu diikuti oleh anak-anak usia Sekolah Dasar.

Mereka memainkan permainan yang dulu pernah akrab di usia anak-anak, seperti petak umpet, cublak-cublak suweng, sluku-sluku bathok , egrang,dan  jaranan. Setiap kelompok diberi kesempatan tampil di hadapan tiga juri dengan waktu sekitar 15 menit. Sehingga unsur ketepatan waktu juga menjadi penting dalam penilaian lomba itu.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutan pembukaan mengatakan kepercayaan diri anak-anak dari mengikuti festival ini menjadi tumbuh, sehingga masa depan bisa sukses.

Dia juga mengatakan, bahwa festival ini menjadikan anak-anak supaya tidak kehilangan jati diri, walaupun mengunakan teknologi, namun kultur dan pribadi tetap orang Indonesia.

“Budaya kita adalah dapat menghargai sesamanya. Cerminan festival ini anak-anak butuh ruang yang ekprsesif bisa menyalurkan bakat, emosinal melalui aneka macam dolanan anak,” katanya.

Dolanan yang dimainakan menjadikan anak-anak bisa bertemu, bergaul, memahami perasan orang lain, empati, dan membantu, untuk itu Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam setiap tahun mengadakan festival ini.

Untuk tahun ini, sebagai pemenang Juara 1 dari Kecamatan Jumantono, Juara 2 Kecamatan Jaten, dan juara 3 Kecamatan Tawangmangu.pd