46 Peserta Siap ikuti Test Seleksi Calon Kepsek Menengah Tingkat Kabupaten

kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan pengarahan dihadapan peserta calon kepala sekolah, Senin Pagi (15/8)

Untuk memilih leader secara objektif dan akuntabel yang akan dikirim ke Lembaga Pendidikan Sekolah, Pemkab. Karanganyar dalam hal ini Disdikpora mengadakan Seleksi Calon Kepala Sekolah Menengah Tingkat Kabupaten Karanganyar yang berlangsung mulai Tanggal 15 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2016.

“Ada 46 peserta yang kesemuanya PNS siap mengikuti test seleksi ini. Dari 46 peserta ini nantinya akan diambil 15 peserta ke LP2KS. Kategori penilaian yakni test tertulis, presentasi dan wawancara. Semoga dengan test seleksi ini dapat terpilih Kepala Sekolah yang benar-benar memiliki kompetensi dan kredibilitas yang baik,” harap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Karanganyar, Sutarno saat menyampaikan laporannya dihadapan peserta.

Sementara itu Wakil Bupati, Rohadi Widodo mengingatkan bahwa setiap calon maupun Kepala Sekolah harus siap ditempatkan dimanapun.

“Dalam sumpah jabatan saat diangkat menjadi PNS siap ditempatkan di seluruh Indonesia. Seiring ada permintaan-permintaan seperti Jenawi, Jatiyoso, Jatipuro banyak yang ingin pindah baik Guru/Kepala sekolah. Padahal apa yang menjadi tugas dan kewajiban seorang Guru dan Kepala Sekolah, adalah memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak didik kita,” tandas Rohadi Widodo saat membuka test seleksi Calon Kepala Sekolah Menengah, Senin (15/8/2016) di Aula SMP Negeri 1 Karanganyar.

Semula dari 51 peserta menjadi 47, tetapi satu (1) mengundurkan diri menjadi 46 peserta yang nantinya diseleksi dan selanjutnya diambil 15 peserta untuk dikirim ke LP2KS.

“Rekam jejak peserta tetap menjadi pertimbangan. Karena tidak menjamin kalau secara akademis baik, akan terpilih. Banyaknya hal terkait dengan keadaan Rumah Tangga dan lingkungan dapat menganggu kelancaran dalam bekerja. Untuk itu saya harapkan, hal-hal tersebut tidak terjadi sehingga tidak menjadikan kendala,” jelasnya.

Rohadi menambahkan justru loyalitas menjadi penting, kreatifitas dibutuhkan untuk menjadikan leader/pemimpin dengan tetap tidak boleh meninggalkan regulasinya.

“Semua anak berhak mendapat pendidikan yang layak. Terlebih dengan adanya pendidikan gratis, karena di Karanganyar, saya (Wabup) melihat masih banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah, padahal kebanyakan mereka adalah anak-anak yang hebat,”tuturnya.

Kepala Sekolah sebagai dirigen/pemimpin diharapkan mampu mengatur kurikulum agar berjalan dengan baik dan lancar.

“Jangan sampai menghindar dari masalah, berani menghadapi LSM. Kepala sekolah harus mampu menjadi manager yang dapat mengangkat derajat pendidikan untuk menjadikan anak-anak kita hebat dan berkarakter,” pesan Wabup. Demikian Dishubkominfo (ad/ind)