Kak Seto : “Hindari Kekerasan pada Anak”

KOM_4869

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutannya pada acara Parents Gathering di Gedung Wanita Karanganyar, Kamis (4/8)

Psikolog terkenal yang juga pemerhati anak, Seto Mulyadi atau yang kita kenal dengan Kak Seto memberikan arahan terkait kekerasan pada anak saat acara Parents Gathering yang diselenggarakan oleh Dikpora Karanganyar bekerja sama dengan Indonesia Scouts dan Jawa Pos Radar Solo. Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono beserta rekan-rekan Forkompinda Kabupaten Karanganyar dan oleh kurang lebihnya 1500 orang yang terdiri dari guru PAUD, TK/KB/RA/SPS dan SD/MI di wilayah Kabupaten Karanganyar tersebut dilangsungkan di Gedung Wanita Karanganyar, Kamis Siang (4/8).

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutanya menyampaikan bahwa anak-anak pada dasarnya memiliki kecerdasannya masing-masing di berbagai bidang, sehingga peran orang tua sangat penting dalam mengembangkan bakat dan kecerdasan anak pada masa pertumbuhannya.

“anak-anak kita merupakan investasi kita di masa mendatang, saya ingin orang tua memperhatikan anak-anaknya, dibimbing dengan sikap lembut ketika mereka sedang belajar dan berikan waktu luang bersama keluarga seperti bercengkrama, makan bersama dengan seperti itu maka akan tercipta suasana yang harmonis dan anak-anak pun akan merasa nyaman”, pesan Juliyatmono.

Sementara itu Kak Seto mengatakan bahwa anak harus dibimbing dengan rasa kasih dan cinta bukan dengan kekerasan. Menciptakan suasana yang gembira dan ceria merupakan salah satu kunci untuk membentuk karakter positif pada anak.

“Setiap anak memiliki karakteristik, kecerdesan yang berbeda-beda sehingga sebenarnya tidak ada anak yang bodoh ataupun nakal. Mereka semua cerdas dengan kemampuan mereka masing-masing, ada yang pandai berhitung, pandai bermain musik, pandai besosialisasi dll,” ujar Kak Seto.

Ia juga menambahkan gadget merupakan salah satu faktor yang membentuk karakter anak menjadi seorang yang individualisme, sehingga banyak dari mereka yang kurang menjalin kebersamaan bersama dengan keluarga mereka dan kurang merasakan kasih sayang. Demikian Dishubkominfo (ad/ind/rk)