Peserta Jamkesda di Karanganyar Diintegrasikan Ke JKN

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan secara simbolis kartu JKN kepada para penerima, Selasa (02/08).
Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan secara simbolis kartu JKN kepada para penerima, Selasa (02/08).

Karanganyar, Rabu (03/08/2016)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar tahun 2016 ini mengintegrasikan peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, mengatakan sebanyak 5.500 peserta Jamkesda diintegrasikan ke program JKN, sebagai tindak lanjut instruksi dari Pemerintah Pusat. Dengan demikian pelayanan kesehatan semakin mudah karena pengelolaanya menjadi satu dengan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

“Nantinya juga bisa digunakan di pelayanan kesehatan di luar Kabupaten Karanganyar, namun tahapannya berjenjang, dan rawat inap kelas di 3,” kata Cucuk Heru Kusumo, Selasa (02/08) di Aula Kecamatan Karangpandan.

Cucuk juga menjelaskan Pemkab Karanganyar akan mengupayakan agar seluruh peserta Jamkesda yang di integrasikan ke JKN secara bertahap, namun tentunya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

”Di Karanganyar yang sudah diintegrasikan sejumlah 10 ribu oleh Kabupaten, sedangkan oleh Provinsi Jawa Tengah sebanyak 3.242 peserta,” katanya.

Ditambahkan olehnya, penerima Jamkesda adalah yang benar-benar membutuhkan. Terutama masyarakat miskin. Untuk validasi, peserta Jamkesda yang diprioritaskan didata oleh Dinas Sosial. Selanjutnya, data tersebut divalidasi kembali oleh Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Sehingga peserta penerima diharapkan tepat sasaran

”Sekarang penyerahan by name by adreas, penerima langsung kami undang agar tepat sasaran,” jelasnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono berkesempatan menyerahkan langsung secara simbolis kepada peserta di Kecamatan Karangpandan, sedangkan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyerahkan di Kecamatan Ngargoyoso, Selasa (02/08).

“Bagi yang sudah menerima, kartunya jangan sampai hilang dan jangan dipinjamkan kepada orang lain. Itu tidak boleh. Walaupun sudah menerima, namun jangan sampai sakit. Upayakan tetap sehat,” kata Bupati Juliyatmono berpesan kepada peserta.pd