Ajang Kejuaraan Internasional Para Table Tennis 2016, Karanganyar Menjadi Pertama di Indonesia


Karanganyar, Kamis (21/07/2016)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kanan) saat sedang bermain tenis meja dengan salah satu pemain penyandang difabel, Kamis (21/07/2016).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kanan) saat sedang bermain tenis meja dengan ibrahim salah satu atlet difabel dari mesir, Kamis (21/07/2016).

Pertandingan tenis meja difabel tingkat internasional, Kamis (21/07) di Gor Raden Mas Said, Karanganyar. Dalam kejuaraan tersebut diikuti 148 atlet tenis meja dari 11 negara diantaranya: Indonesia, Kuwait, Jerman, Singapura, Thailand, Jepang, Malaysia, Iran, Taiwan, Korea Selatan dan Mesir.

Pertandingan tenis meja tersebut berlangsung selama 18 Juli sampai dengan 25 Juli 2016. Kejuaraan ini disambut antusias baik dari para peserta pertandingan serta Pemerintah Kabupaten Karanganyar karena Indonesia menjadi tuan rumah dalam kejuaraan tersebut untuk pertama kali dan Karanganyar dipilih menjadi tempat bertandingnya tenis meja tersebut.

Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM merasa bangga karena Karanganyar menjadi tuan rumah untuk ajang bergengsi ini. Beliau juga berharap agar nantinya ada kejuaraan-kejuaraan lainnya di Karanganyar dan membawa nama Kabupaten Karanganyar hingga kancah internasional. Bupati Karanganyar juga menambahkan bahwa para peserta difabel kejuaraan tenis meja sangat disambut dengan senang hati oleh masyarakat.

DSC_0106

Peserta atlet dari Taiwan, Iran dan Thailand saat mendengarkan sambutan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula sambutan dari perwakilan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, dr. Bayu Rahadian, Sp. Kj bahwa diadakannya kejuaraan tenis meja tingkat internasional tersebut sangat membanggakan terutama bagi Indonesia.

Selain menjadi tuan rumah dari kejuaraan tersebut Menpora juga berharap bahwa semua peserta difabel dalam kejuaraan tenis meja tingkat internasional itu nantinya dapat bermain secara sportif dan penuh semangat.

Sementara itu Ketua NPC Indonesia, Shandy Malibun mengatakan bahwa Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah kejuaraan tenis meja difabel internasional dan banyak atlet dari negara lain yang antusias mengikuti ajang bergengsi ini untuk persiapan Asian Games tahun ini.

“Hanya ada dua negara yang mengundurkan diri. Yang jelas banyak negara yang datang ke Karanganyar untuk mengikuti kejuaraan. Ini terbukti sebagai bentuk apresiasi mereka terhadap Indonesia,” kata Shandy disela-sela wawancara.

Demikian Dishubkominfo (ind/rk/adt)