Ditjen IKP Gelar Wayangan di Karanganyar

Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengadakan pentas wayang kulit semalam suntuk di Plasa Alun Alun Karanganyar, Jumat (15/07) malam. Acara tersebut segaja digelar sebagai ajang sosialisasi bagaimana membangun karakter bangsa Indonesia.

Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengadakan pentas wayang kulit semalam suntuk di Plasa Alun Alun Karanganyar, Jumat (15/07) malam. Acara tersebut segaja digelar sebagai ajang sosialisasi bagaimana membangun karakter bangsa Indonesia.

Karanganyar, Minggu (17/07/2016)

Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengadakan pentas wayang kulit semalam suntuk di Plasa Alun Alun Karanganyar, Jumat (15/07) malam. Acara tersebut segaja digelar sebagai ajang sosialisasi bagaimana membangun karakter bangsa Indonesia.

Dalam pemetasan yang memainkan media wayang kulit itu, Ki Anom Dwijo Kangko selaku dalang mengambil lakon Parikesit Jumeneng Nata. Pementasan wayang semalam suntuk itu menarik minat masyarakat Karanganyar dan sekitarnya. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir melihat pementasan itu di tengah guyuran hujan.

Selain dihadiri oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, nampak pula Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Rosarita Niken Widyastuti, Kepala Badan Litbang SDM Basuki Yusuf Iskandar, Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ismai Cawidu dan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muayyad Windan KH Dian Nafi. Disela sela pementasan wayang kulit, pihak Kemen Kominfo menyelenggarakan dialog interaktif dengan masyarakat.

“Sekarang ini terjadi degradasi karakter bangsa yang mengancam keutuhannya. Nah, bagaimana kita mengupayakan penguatan identitas nasional sesuai program revolusi mental yang diprioritaskan Presiden RI. Dan lewat wayang kulit ini, kita harap masyarakat tidak hanya menonton seni wayang tapi juga mengambil nilai positif yang ditampilkan oleh lakon,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Rosarita Niken Widyastuti.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang SDM Basuki Yusuf Iskandar menjelaskan sekarang ini kontak antarbangsa sangat mudah berkat teknologi informasi. Dari eksternal maupun internal juga bisa melemahkan karakter bangsa. Tidak hanya itu, budaya asli Indonesia memiliki tata nilai luhur yang tak lekang oleh waktu. Sehingga para budayawan diharapkan menjadi agen pembawa misi perubahan. Salah satunya dengan memberi porsi ideal untuk bisa tampil di muka publik.

Di lokasi yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono menambahkan bidang sosial budaya merupakan salah satu target pembangunan di Karanganyar. Bahkan, pihaknya menggalakkan kesenian wayang di 17 kecamatan se Karanganyar. Itu dilakukan untuk memelihara budaya lokal dan meregenerasi seniman. pd