Pedagang Diberi Waktu Pindah Ke Pasar Darurat Hingga Pekan Depan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan pengarahan di tengah pedagang pasar Nglano, Rabu (13/07) di lokasi pasar darurat, Lapangan Desa Ngijo Tasikmadu
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan penjelasan  kepada pedagang pasar Nglano, Rabu (13/07) di lokasi pasar darurat, Lapangan Desa Ngijo Tasikmadu

Karanganyar, Rabu (13/07/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memberi waktu kepada pedagang pasar Nglano, Kecamatan Tasimadu untuk pindah ke pasar darurat hingga pekan depan, pada Rabu (20/07/2016).

Mereka menempati pasar darurat yang memakai lapanganan desa Ngijo, sekitar empat bulan, hingga pembangunan pasar induk Nglano yang diperkirakan selesai pada bulan Desember tahun ini.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM, Kabupaten Karanganyar, Larmanto, menuturkan, Pemkab Karanganyar telah membangun pasar darurat melalui lelang, meliputi pembangunan kios pasar sebanyak 120 unit, los pasar sebanyak empat unit.

“Pembangunan los mampu menampung sekitar 224 pedagang. Di tempat itu juga ada fasilitas listrik, MCK, dan air bersih,” kata Larmanto, Rabu (13/07) seusai Sosiasilasi Pedagang Pasar Nglano, di lokasi pasar darurat.

Dari desain yang dipampang, terdapat enam blok kios, dengan ukuran masing masing kios seluas 3X3 meter. Selain itu juga ada empat los pasar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat bertemu dengan pedagang di tempat tersebut, mengatakan pembangunan pasar Nglano itu memang perlu di bangun, agar penataan lingkungan pasar bisa bersih dan sehat.

“Di sekeliling pasar nantinya ada akses jalan bagi kendaraan bermotor roda empat. Dibuat dengan saluran air yang baik, keamanan dengan pemberian hydran pemadam kebakaran, terlihat menarik, mirip mall,” kata Bupati Karanganyar.

Dia juga menjelaskan, setelah pembangunan pasar induk Nglano selesai, pedagang dapat menempati lokasi yang sama seperti semula, agar tidak berebut tempat.pd