Harga Kebutuhan Pokok Naik Menjelang Lebaran, Pasokan Elpiji Aman

Pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karanganyar yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, melakukan pantauan harga. Dari pantauan tersebut diketahui harga kebutuhan mulai merangkak naik, Rabu (29/06) pagi di beberapa Pasar di Kabupaten Karanganyar

Pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karanganyar yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, melakukan pantauan harga. Dari pantauan tersebut diketahui harga kebutuhan mulai merangkak naik, Rabu (29/06) pagi di beberapa Pasar di Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Kamis (30/06/2016)

Harga kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar mulai merangkak naik menjelang lebaran tahun ini.

Pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karanganyar yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, melakukan pantauan harga. Dari pantauan tersebut diketahui harga kebutuhan mulai merangkak naik.

“Ada kenaikan sedikit dari harga sebelumnya seperti cabe merah, daging juga naik,” kata Samsi, Rabu (29/06) saat di Pasar Tegalgede, Bejen.

Dia juga menyebutkan telor, cabe, daging ayam naik, karena saat lebaran biasanya sebagai bahan untuk masak opor ayam, sebagai hidangan khas lebaran. Namun harga bawang tidak mengalami kenaikan, bahkan turun. Selain itu, untuk persediaan beras dan gula masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

Selain di pasar, tim TPID juga melakukan sidak di SPBU Popongan, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) PT Wijaya Sarana Gasindo,  Popongan

Ditempat tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, mengatakan pasokan elpiji ukuran 3 kilogram di Kabupaten Karanganyar ditambah 21.868 tabung, atau setara setara 3 persen alokasi harian sebanyak 728.920 tabung.

“Hal itu untuk mengantisipasi kenaikan permintaan barang bersubsidi itu selama momentum puncak lebaran,” ujarnya.

Alokasi fakultatif ini akan dibagi mulai H-7 sampai H+7 lebaran. Ini merupakan kelanjutan distribusi tambahan pada Ramadan.

“Jatah tambahan dan alokasi fakultatif ini diharapkan mampu menjawab permintaan konsumen yang meningkat,” katanya.pd