BMKG : Sekolah Iklim Untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dengan Deputi Klimatologi BMKG, R Mulyono R Prabowo, dan pejabat melakukan penanaman jagung, seusai pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) 3 KKN Tematik, Senin (27/06) di Dusun Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono,  Deputi Klimatologi BMKG, R Mulyono R Prabowo, dan pejabat lainnya melakukan penanaman jagung, seusai pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) 3 KKN Tematik, Senin (27/06) di Dusun Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo.

Karanganyar, Selasa (28/06/2016)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengadakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) 3 dan KKN Tematik, dengan tujuan meningkatkan produksi pertanian khususnya padi, jagung, kedelai (Pajale).

Kegiatan kerjasama dengan BMKG Stasiun Klimatologi Stasiun Semarang dengan Fakultas Pertanian UNS berlangsung di Kabupaten Karanganyar.

Saat membuka SLI 3 di Dusun Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Deputi Klimatologi, BMKG, R Mulyono R Prabowo, mengatakan hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan khususnya pajale, Senin (26/06).

Hadir pada acara tersebut Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dan Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof Dr. Bambang Pujiasmanto, MS.

“SLI ini memberikan pemahaman cuaca dan informasi iklim khususnya pertanian, kepada para petani,” kata Deputi Klimatologi, BMKG.

Dia juga menjelaskan,  SLI sebagai implementasi pelaksanaan informasi cuaca iklim yang berbasis dampak dan resiko. Di lapangan para petani dapat memanfaatkan informasi, kira kira kapan waktu tanam mulai, komoditas yang sesuai dengan pola iklim, dan varietasnya apa.

“Kapan mulai tanam, kalau kondisi cuaca iklim yang mempunyai pengaruh, apakah awal atau mundur, dan komoditasnya bagaimana,” katanya.

Perlu di ketahui, lahan pertanian di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo adalah sawah tadah hujan. Disini cocok  untuk tanaman polowijo atau jagung.

“Dengan masa tumbuh jagung atau palawijo pada akhir masa tanam, pada saat sebelum masa penghujan, sehingga hasil produksi dapat berkontribusi lebih baik,” katanya.

Para peserta SLI 3 diikuti sebanyak 30 orang berasal dari petani setempat dan mahasiswa UNS.  Pada pelaksanaannya akan membedakan antara lahan yang tidak memperhatikan,  dengan yang memperhatikan cuaca iklim.

Di lokasi tersebut yang dijadikan lahan untuk praktek seluas 2000 meter. Dengan masa panen jagung selama empat bulan, harapannya pada pertengahan bulan Oktober tahun ini sudah bisa dipanen.pd