Dua Belas Peserta Krenova Presentasikan Hasil Karyanya

kominfo
Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Pengarahan Saat Lomba Krenova Kabupaten Karanganyar Tahun 2016

Cerminan keikutsertaan masyarakat dalam memajukan teknologi terapan, sekaligus untuk memperoleh solusi yang tepat terhadap permasalahan teknologi yang tengah dihadapi dan dimanfaatkan secara mudah guna menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan hidup menuju generasi bangsa yang kreatif dan inovatif. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karanganyar kembali mengadakan kegiatan rutin tahunan yaitu lomba kreativitas dan inovasi (krenova) bagi masyarakat Kabupaten Karanganyar tahun 2016, Senin (27/06) di Ruang Podang I Kantor Setda Karanganyar.

Kegiatan Krenova Tahun 2016 yang mengusung tema kreatifitas dan inovasi dalam bidang iptek menuju masyarakat kabupaten karanganyar maju dan cerdas dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono ddidampingi Wakil Bupati, Rohadi Widodo.

Dalam laporannya, Kepala Bappeda Karanganyar, Sundoro mengatakan maksud diadakannya Lomba, adalah dalam rangka mendukung pelaksanaan misi ke dua (2) RPJMD Kabupaten Tahun 2014-2018 yaitu Menciptakan 10.000 Wirausaha Mandiri pada sasaran meningkatnya pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna/padat karya, dengan arah kebijakan pengembangan produk unggulan dengan kualitas, harga dan kemasan yang berdaya saing.

”Lomba KRENOVA untuk memberikan kepada masyarakat Kabupaten Karanganyar, baik secara individu maupun kelompok, yang mampu menghasilkan inovasi kreatif dalam segi kemanfaatannya dan bisa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun sasarannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar dapat memanfaatkan IPTEK. Dan untuk tahun ini terjaring 12 peserta dari 61 peserta yang mengikuti lomba yakni enam (6) peserta dari pelajar dan enam (6) peserta dari masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan keikutsertaan peserta hingga seratus persen,” terang Sundoro.

Kriteria Hasil Karya Krenova ini meliputi : Mencakup semua hasil kreativitas dan inovasi yang dilakukan oleh perorangan, kelompok masyarakat dan atau pelajar (diutamakan yang telah diterapkan), mudah Didiseminasikan dan diadopsi masyarakat, teknologinya dapat diaplikasikan dalam skala rumah tangga, bahan baku yang digunakan berbasis lokal, ramah lingkungan, skala Investasi dan manajemen terjangkau masyarakat serta mempunyai manfaat yang berkelanjutan.

Sedangkan aspek penilaian harus mengandung Orisinalitas, Kepioniran, Penerapan di Masyarakat, Manfaat dan Keberlangsungan.

Untuk Kegiatan krenova ini melibatkan tim penilai dari unsur Perguruan tinggi yakni LPPM UNS, APEKA, UNSA dan unsur kelembagaan masyarakat baik Dewan Pendidikan Kab. Karanganyar, Ketua Lembaga Perbedayaan Masyarakat Karanganyar.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada peserta krenova dan berharap akan lahir kusrin-kusrin selanjutnya. “Ini terbukti adanya respon yang baik, positif untuk tahun ini ada peningkatan peserta mencapai seratus persen. Saya menghimbau kepada Bappeda khususnya agar memberikan ruang luas baik untuk pelajar maupun masyarakat kita dalam berkerasi dan berinovasi yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus memberi nilai tambah.

Dari krenova ini, saya berharap dapat melahirkan kusrin-kusrin berikutnya, secara langsung mengangkat nama Kab. Karanganyar ditingkat Nasional dan Prof. Warsito dari Matesih yang berhasil menemukan alat pembasmi sel kanker yang telah mendunia,” pesan Juliyatmono dihadapan peserta saat memberikan motivasinya.

“Bagi saya, 61 peserta tahun ini merupakan juara semua. Karena Karanganyar khususnya dan Indonesia umumnya sangat-sangat memgharapkan generasi-generasi yang cerdas dan berkualitas seperti ini,” Tambah Bupati.

Adapun daftar dua belas (12) nominasi kategori lomba krenova pelajar dan masyarakat, diantaranya : Pemanfaatan batang Ryva untuk pembuatan Biothanol, Dencing “Dendenng Calincing” Makanan Ember (Enak, Murah dan Bergizi), Penerapan tekinik Crocket pada pembuatan kerajinan dari limbah palstik kresek, Potensi kulit pisang sebagai baterai kering ramah lingkungan, Pemanfaatan kulit jeruk untuk pendaur ulang Styrofoam menjadi lem, Pemanfaatn Potulaca Olaracea L (Daun Krokot) untuk krispy sebagai bentuk diversifikasi pangan, Komet super briket kompos sebagai media tanam dan superbsorben (komet super) alternative pemanfaatan sampah organic pasar di Karanganyar, Boisorption bulu ayam pengolahan limbah tekstil melalui pemanfaatan limbah bulu ayam sebagai adsorben logam berat dalam mewujudkan Karanganyar sebagai kota ramah lingkungan, pemanfaatan mesin produksi tusuk sate multifungsi 3 in 1 sebagai terobosan untuk pemenuhan kebutuhan industry bambu, Dodol daun sirsak bergizi sebagai obat anti kanker dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean, Pembuatan pupuk dengan pemanfaatan limbah sebagai alternative usaha untuk meningkatkan penghasilan masyarakat, Puree suweg dalam pembuatan kripik suweg simulasi sebagai trademark dan branding potensi wisata Kab. Karanganyar.

Dishubkominfo Karanganyar (ad/ind).