Petani Bawang Putih dan Jeruk Dapat Bantuan Sarana Produksi dan Budidaya

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat menyerahkan bantuan kepada petani bawang putih Tawangmangu, Kamis (23/06)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat menyerahkan bantuan kepada petani bawang putih Tawangmangu, Kamis (23/06)

Karanganyar, Jumat (24/06/2016)

Petani bawang putih dan jeruk di Kabupaten Karanganyar, tahun anggaran 2016 mendapatkan bantuan untuk sarana produksi dan budidaya dari Kementerian Pertanian RI.

Pemberian tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, di Lapangan Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kamis (23/06) siang.

“Di tahun ini, kita mendapatkan bantuan untuk pengembangan kawasan bawang putih seluas 150 hektar di Tawangmangu, sarana produksi dan budidaya bawang putih,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanamana Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, diseusai acara.

Supramnaryo menjelaskan, pengembangan bawang putih terletak di Gondosuli seluas 30 hektar, Blumbang seluas 40 hektar, Kalisoro seluas 40 hektar, dan Tengklik seluas 40 hektar.

“Petani di empat kawasan itu juga mendapatkan sarana budidaya berupa bantuan sepeda motor roda tiga dengan jumlah total 20 unit, pompa air sebanyak 42 unit, spayer electrik 300 unit, dan cultivator 30 unit,” katanya.

Sedangkan untuk sarana produksi bawang putih, Pemerintah Pusat memberikan bantuan berupa benih bawang putih sebanyak 45 ton, pupuk urea 15 ton, pupuk NPK 45 ton, Pupuk SP 22,5 ton, Pupuk KCL 22,5 ton dan pupuk organik 450 ton.

Dia juga menjelaskan, produksi komoditas holtikultura di Kabupaten Karanganyar di tahun 2015 khusus bawang putih, dengan luas panen 114.

“Hasil produksi 1.618 ton. Dengan rata rata sebanyak 14,2 ton/hektar,” katanya.

Sedangkan untuk komoditas jeruk, diberikan bantuan untuk pembuatan kebun buah skala orchad, seluas 30 hektar, berada di Desa Tengklik, dengan pemberian sarana produksi berupa 15.000 batang bibit jeruk, dan pupuk.

Bupati Juliyatmono pada acara itu mengatakan dari beberapa jenis bantuan untuk membudidayakan bawang putih diharapkan Tawangmangu menjadi penghasil yang besar.

“Bantuan ini sangat besar manfaatnya. Saya minta untuk dikelola dengan baik. Apalagi dalam sekali tanam dalam setahun, menghasilkan sekitar Rp. 300 juta/hektar dengan harga 1 Kilogram Rp. 20 ribu,” katanya. pd