22 Dalang Cilik Ramaikan Pagelaran Wayang Kulit

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat berfoto dengan dalang cilik Karanganyar, Jumat (20/05)
Bupati Karanganyar, Juliyatmono (memaikai peci, tengah) saat berfoto dengan dalang cilik Karanganyar, Jumat (20/05)

Karanganyar, Sabtu (21/05/2016)

Sebanyak 22 dalang cilik di Kabupaten Karanganyar, ikut meramaikan Pagelaran Dalang Cilik sebagai rangkaian acara Hari Kebangkitan Nasional ke-108 tahun, Jumat (20/05) di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Dalang-dalang cilik itu cilik itu mulai mendalang pukul 09.00-22.30 WIB, sesuai dengan nomor urutnya. Setiap peserta harus pentas wayang kulit selama 25 menit, dengan lakon (cerita) yang memilih sendiri.

Pagelaran yang sudah diadakan di tahun ke tiga itu, ditutup dengan pentas dua dalang remaja, Anggit Laras Prabawa dan Canggih Triatmojo Krisno, dengan memainkan lakon Babad Wana Marto.

Dalang kondang, Ki Manteb Soedharsono, saat pembukaan mengatakan turut bahagia, karena perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk melestarikan wayang kulit.

“Di Karanganyar ini banyak seniman dalang, ada dalang cilik, remaja, maupun profesional juga ada. Apalagi banyak muncul dalang cilik. Semoga nantinya bisa menjadi terkenal,” kata Ki Manteb Soedharsono.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan dalang-dalang cilik diharapkan bisa mempunyai pribadi cinta terhadap Negara Indonesia, cinta budaya bangsa Indonesia, agar kebudayaan bisa dipamerkan ke dunia internasional.

“Kita mohon doa restu dan bimbingan pak Manteb agar bisa meniru kehebatannya,” kata Bupati.

Dari hasil penilaian Dewan Juri, pagelaran tersebut terdapat kategori sebagai pemenang, terdiri dari dalang terampil, cucut, wijang, kreatif dan dalang berbakat.

Sebelum pentas dalang cilik, terlebih dahulu ada Kirab Semar Sang Pamomong, yang di mulai dari depan Kantor Bupati Karanganyar hingga Plasa Karanganyar.

Semar tersebut terbuat dari kulit kerbau, dan tingginya sekitar enam meter, yang dibuat 11 lembar kulit kerbau, dengan masa pengerjaan selama setahun oleh para seniman dari Sanggar Wayang Gogon Surakarta. pd