Tebu Temanten, Tandai Musim Giling Tebu PG Tasikmadu

Sepasang tebu temanten itu masing-masing diberi nama Bagus Mandara untuk laki-laki dari kebun Jati, Jaten, dan pengantin putri di beri nama Roro Ayu Manis Laksmi, dari Suruh, Tasikmadu, memasuki halaman rumah Administratur PG Tasikmadu, Karanganyar.

Sepasang tebu temanten masing-masing diberi nama Bagus Mandara untuk laki-laki dari kebun Jati, Jaten, dan pengantin putri di beri nama Roro Ayu Manis Laksmi, dari Suruh, Tasikmadu, memasuki halaman rumah Administratur PG Tasikmadu, Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (13/05/2016)

Arak-arakan sepasang tebu temanten sudah terlihat sejak pukul 06.300 pagi, dan ratusan warga berkerumun menyaksikan prosesi awal dimulainya musim giling tebu di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar, Jumat (13/05).

Sedangkan sepasang tebu temanten itu masing-masing diberi nama Bagus Mandara untuk laki-laki dari kebun Jati, Jaten, dan pengantin putri di beri nama Roro Ayu Manis Laksmi, dari Suruh, Tasikmadu. Dibelakangnya terdapat 14 pasang  batang tebu setinggi dua meter.

Mereka diarak dari sisi barat menuju sisi utara PG Tasikmadu, kemudian masuk ke halaman rumah Administratur. Selanjutnya dibawa masuk ke mesin penggilingan. Semua prosesi itu merupakan kelanjutan selamatan giling dengan sesaji tujuh kepala kerbau dan berbagai macam ubo rampe yang dihelat sehari sebelumnya.

Ditemui disela-sela acara acara tersebut, Administratur PG Tasikmadu, Teguh Agung Tri Nugroho, mengatakan, prosesi itu tetap dilestarikan sejak pabrik gula berdiri tahun 1871.

“Biasanya tebu yang masuk ke PG Tasikmadu berasal dari enam lokasi ladang, yakni di Kabupaten Boyolali, Wonogiri, Sragen, Gorbongan, Sukoharjo, dan Karanganyar,” kata Teguh Agung Tri Nugroho.

Dia juga menjelaskan, recana giling tahun ini sebesar 3,5 juta kuintal dengan sasaran rendemen (kadar gula dalam tebu) mencapai delapan persen. Naik satu persen dari tahun kemarin.

“Ini merupakan upaya kami untuk membangun kejayaan gula. Tahun ini harapannya tebu yang masuk pabrik gula tidak ada pucukan, bung, kotoran dan maskimal 24 jam harus bersih, dan betul-ebtul yang sudah tua,” katanya.

Dia juga menambahkan, PG Tasikmadu tahun ini mencoba mengadakan percontohan di lahan seluas 100 hektar. Berada di wilayah Karanganyar, Boyolali, dan Wonogiri.

“Seolah-olah dilakukan demplot, agar produktivitas naik, dari 62 ton agar bisa mencapai 80 ton,” katanya.pd