Di Karanganyar Ada Kampung Matematika

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat menemui murid-murid saat kegiatan belajar mengajar di Kampung Matematika, Senin (02/05) di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu

Bupati Karanganyar, Juliyatmono,(memegang mikrofon) saat menemui murid-murid pada kegiatan belajar mengajar di Kampung Matematika, Senin (02/05) di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu

Karanganyar, Senin (02/05/2016)

Di Kabupaten Karanganyar, terdapat Kampung Matematika. Awal mulanya, ketika ada temuan nilai prestasi murid Sekolah Dasar (SD) SD 03 Bandardawung mampu meraih nilai terbaik dalam ujian nasional bidang matematika. Rata-rata capaian angka UN siswa SD itu di tahun 2014 adalah 9,3.

Ternyata, nilai matematika di tahun-tahun berikutnya juga tinggi, hingga akhirnya  Bupati Karanganyar, Juliyatmono menunjuk Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu sebagai Kampung Matematika.

Di Kampung Matematika itu, ada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mata pelajaran matematika yang dilakukan setiap Selasa dan Jumat sore. Terdapat 400 murid yang ikut di KBM itu.

Untuk tenaga pengajar ada 42 relawan. Mereka guru matematika dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), wiyata bakti, hingga pensiunan warga Bandardawung. Di sana, terdapat 12 lokasi yang ditempatkan di rumah warga untuk proses KBM.

Seusai Upacara Hari Pendidikan Nasional tahun 2016 dan Launching Kampung Matematika, di Lapangan Desa Bandardawung, Senin (02/05) pagi, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, pembentukan Kampung Matematika Bandardawung sebagai penghargaan kepada masyarakat yang bertekad mencerdaskan anak.

“Saya tidak ingin ini diubah menjadi pikiran formal, ini merupakan seperti taman bermain, dengan dibuat egaliter, ramah, menyenangkan, dan mengembirakan. Tidak ada tekanan karena situasi,” kata Bupati.

Dia juga mengapresiasi relawan dalam mengajar, pengorbanan waktu dan tempat yang diijinkan digunakan. “Yang penting relawan jangan sampai kesulitan mendapatkan alat-alat tulis dalam pembelajaran,” katanya.

Bupati juga menegaskan selama proses belajar bagi murid-murid itu tidak dipunggut biaya, dan murid dari luar Desa di perbolehkan diajak belajar bersama. Metode pembelajaran pun dibuat mudah dan menarik. Bahkan juga ada out bond di sekitar lokasi.

“Ide-ide orisinal yang tumbuh dari sinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk kemajuan pendidikan harus kita dukung. Sikap Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani harus kita kedepankan,” katanya.pd