Karanganyar Peringati Kartini dan OTDA

Peringatan Hari Kartini ke-137 tahun dan Hari Otonomi Daerah ke-20 tahun, di halaman Setda Kabupaten Karanganyar

Peringatan Hari Kartini ke-137 tahun dan Hari Otonomi Daerah ke-20 tahun, di halaman Setda Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Kamis 21 April 2016

Bertempat di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kartini ke-137 yang mengusung tema kita tingkatkan kualitas keluarga melalui generasi sehat, ekonomi kuat, perempuan bermartabat sekaligus peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-20 tahun 2016, Kamis pagi (21/4).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Komandan Upacara, Kabag. Ren Polres Karanganyar, AKP. Sumarmi, SH.

Upacara diikuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Wakil Bupati Karanganyar, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, Jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pimpinan BUMN, BUMD, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK Karanganyar, seluruh PNS dilingkungan Karanganyar, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) serta Pelajar.

Para peserta upacara menggunakan busana adat jawa, kebaya bagi wanita dan beskap landung bagi pria.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya menyampaikan bahwa hal yang lebih utama untuk kita indahkan adalah mengimplementasikan semangat kartini dalam kehidupan nyata agar terwujud kesetaraan gender. Perlu dipahami bahwa kesetaraan gender mengandung makna kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan keamanan nasional (hankamnas), serta kesamaan dalam menikmati hasil-hasil pembangunan.

“Upaya mewujudkan kesetaraan gender tidak akan melupakan kodrat wanita yang secara biologis tidak bisa digantikan oleh laki-laki, yakni mengandung, melahirkan dan menyusui,” terang Juliyatmono.

Pada kesempatan tersebut dibacakan pula Amanat Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke-20, bahwa Penetapan peringatan hari Otonomi Daerah secara Nasional setiap Tanggal 25 April didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1996 tentang Otonomi Daerah.

Yang bertujuan untuk memasyarakatkan dan memantapkan pelaksanaan otonomi daerah disetiap tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat sampai dengan daerah. Hal ini sesuai dengan tema, yakni Memantapkan Otonomi Daerah Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Dalam catatan Kementerian Dalam Negeri, masih terdapat sejumlah Pemerintah Daerah yang berkinerja rendah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah. Meskipun terdapat sejumlah faktor penentu peningkatan kinerja penyelenggaraan daerah, namun para Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah memegang kunci dalam mengembangkan kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Setiap tahun Kementerian Dalam Negeri melakukan “Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD)” berdasarkan laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang disampaikan oleh masing-masing daerah.

Untuk itu, upaya meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah harus terwujud sinergi pemerintahan secara nasional. Dalam hal ini, setiap kebijakan nasional harus ditindaklanjuti dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masing-masing daerah. Oleh karena itu kebijakan NAWACITA atau 9 (Sembilan) Agenda Prioritas Pemerintah Kabinet Kerja harus menjadi rujukan dalam menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta harus mampu dilaksanakan secara efektif. Semoga dengan semangat Hari Otonomi Daerah, kita dapat merefleksikan kembali makna otonomi daerah dan menjadi spirit untuk melakukan yang terbaik bagi negeri ini.

Usai pelaksanaan Upacara, masih ditempat yang sama dilangsungkan lomba masak nasi goreng yang diikuti seluruh pejabat Pemerintahan Karanganyar mulai dari Bupati Karanganyar, Wakil Bupati, Forkompinda, Pimpinan BUMN, BUMD, Jajaran Kepala SKPD, Kepala Bagian Setda serta seluruh Camat se Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan lomba masak ini bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan antara unsur Pimpinan dan unsur pelaksana di jajaran Pemerintah Kab. Karanganyar dalam rangka mewujudkan Karanganyar maju dan cerdas.

“Menghormati perjuangan kaum wanita dan sewaktu-waktu bapak-bapak pejabat dapat menggantikan peran ibu didapur,” terang Larmanto selaku Kepala Disperindagkop&UMKM saat menyampaikan laporannya yang disambut tepuk tangan oleh para ibu yang hadir pada acara lomba tersebut.

Sementara itu, menurut Bupati Karanganyar, Juliyatmono, peringatan Kartini ke 137 ini dapat mensejajarkan kaum ibu menjadi lebih baik lagi dalam meningkatkan kualitas keluarga dengan melahirkan anak-anak yang cerdas, sehat untuk martabat bangsa dimasa depan.

“Semoga kaum perempuan memberikan andil yang besar untuk kemajuan bangsa,”harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desperindagkop sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Larmanto, menyampaikan bahwa menu yang dimasak adalah Nasi goreng dengan 3 (tiga) kriteria penilaian yakni rasa, kreatifitas menu dan penampilan pada penyajian. Dengan durasi 1 jam (60 menit), mulai dari meracik bumbu sampai dengan penyajian harus ditempat area memasak, tidak boleh membawa bumbu jadi ataupun nasi goreng siap saji dari rumah, penilaian dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Pada lomba masak tersebut mendatangkan tiga juri yakni Chef The Alana Hotel, Ketua dan Wakil Ketua TP. PKK Karanganyar.

Untuk tingkat SKPD, Juara I (BPPT), Juara II (DP2KAD), Juara III (DPU) dan tingkat Eselon III Juara I (Kabag. Kesra Setda Karanganyar), Juara II (Kecamatan Tawangmangu), Juara III (Kecamatan Karangpandan).

DSC_0107

Aksi Bupati Karanganyar Juliyatmono Mengikuti Lomba Masak Nasi Goreng Meriahkan Hari Kartini, Kamis (21/4)

DSC_0200

01. Hasil Kreasi Masakan Bupati Karanganyar Juliyatmono 02. Hasil Kreasi Masakan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berkesempatan untuk ikut meramaikan lomba tersebut dengan mencoba memasak nasi goreng yang dinamai “Nasi Goreng Guyub Rukun”, sedang Wakil Bupati, Rohadi Widodo menamakan nasi goreng yang dimasaknya dengan  sebutan Nasi Goreng Hujan Gerimis”.

Dishubkominfo Karanganyar (ad/ind/ft)