Jenawi Dijadikan Sentra Pisang

Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (kiri), Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dua dari kiri) setelah penanaman pohon pisang di halaman belakang Kecamatan Jenawi, Kamis (07/04)
Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S (kiri), Bupati Karanganyar, Juliyatmono (dua dari kiri) setelah penanaman pohon pisang di halaman belakang Kecamatan Jenawi, Kamis (07/04)

Karanganyar, Kamis (07/04/2016)

Kecamatan Jenawi di Kabupaten Karanganyar dijadikan sentra pisang, sebagai salah satu wilayah yang menjadi sentra buah-buahan. Seperti buah duku di Kecamatan Matesih, jambu di Kecamatan Ngargoyoso, durian di Kecamatan Jumantono, Jumapolo, dan Jatipuro, kakao di Jatiyoso.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan kerja sama dengan Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan sentra pisang di Kecamatan Jenawi.

“Setelah adanya pengembangan ini, diharapkan adanya kunjungan wisata kawasan pisang di Kecamatan Jenawai. Namun tidak menutup kemungkinan bisa dikembangkan di Kecamatan lain, seperti di Kecamatan Tawangmangu, tetapi pasar pisang ada di Jenawi,” kata Bupati Karanganyar sesuai acara Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian, dalam rangka Lustrum ke 8 UNS, di halaman Kecamatan Jenawai, Kamis (07/04) pagi.

Sementara itu, ditempat yang sama Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S, mengatakan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat oleh Fakultas Pertanian untuk pengembangan pisang.

“Karena pisang di Indonesia ada yang impor, kita ingin buah itu bisa expor dengan mengembangkannya dan mengajak masyarakat untuk menanam pisang,” katanya.

Dia juga menjelaskan karena Pemkab Karanganyar memiliki sentra pengambangan pisang, maka UNS serius mendukung program itu sehingga menghasilakn produk unggulan serta mensejahterakan masyarakat.

“Pisang bisa berdimensi banyak, bisa obat, makanan, sosial ekonomi dan pendidikan,” katanya.

Fakultas Pertanian, UNS saat ini telah menghasilkan varietas pisang jenis Semar (Sebelas Maret), sebagai hasil riset dari laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi.

“Kualitas jenis Semar ini lebih baik, buah lebih bagus dan pertahanan lebih baik. Umur 9 bulan sudah bisa dipanen,” katanya.

Ditambahkan pula oleh Dekan Fakultas Pertanian, UNS, Prof. Dr. Ir. Bambang Puji Asmanto, MS, sebanyak 3.250 bibit pisang jenis Raja dan Cavendish diberikan untuk warga, dan nantinya juga akan diberikan 4.000 bibit.

“Berbagai koleksi jenis pisang ada disini. bahkan pisang yang tidak disukai sebagai untuk menyilangkan,” katanya. pd