Antisipasi Angka Kematian Ibu dan Bayi,DKK Gelar Sosialisasi untuk PKK

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono ketika menyampaikan arahannya pada Sosialisasi strategi penurunan AKA dan AKI, Selasa (05/4).

Karanganyar, selasa 05 April 2016

Sosialisasi antisipasi strategi penurunan angka kematian ibu dan bayi di gelar di kecamatan Tawangmangu,Selasa (5/4).Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta memberikan pemahaman dan kesadaran tentang Strategi menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi serta Kematian Balita.Untuk saat ini AKI dan AKB di kecamatan Tawangmangu bisa dikatakan masih tinggi,yaitu dalam kurun waktu tiga tahun terakir sebayak 1 kematian ibu nifas,18 kematian neonatal,7 kematian bayi,dan 1 kematian balita. Kepala DKK Dr.Cucuk Heru Kusumo mengatakan ”Angka Kematian Ibu dan Bayi di Karanganyar masih cukup tinggi,maka dari itu sebagai mitra masyarakat,terutama PKK harus memahami pentingnya kesehatan ibu hamil serta kesehatan janin dalam kandungan”.

Pada kesempatan ini hadir juga Bupati Karanganyar Juliatmono beserta 120 peserta yang meliputi anggota PKK,Bidan dan Kader Posyandu se Kecamatan Tawangmangu.Merka sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi yang di gagas oleh DKK Karanganyar ini,karena memang kesehatan ibu dan anak sangat penting dalam meningkatkan taraf hidup masdyarakat terutama di Kabupaten Karanmganyar.”Mitra masyarakat seperti Posyandu,Puskesmas dan PKK harus di bangun mulai dari sekarang untuk menurunkan AKI dan AKA,” terang Bupati dalam sambutannya.Yang menjadi perhatian bukan hanya kesehatan ibu dan anak,tetapi mutu pendidikan juga harus di kembangkan sebagai bekal agar menjadi SDM yang berkualitas.Sebagai harapan,Kabupaten Karanganyar harus bisa menekan bahkan menghapus AKI dan AKA untuk meningkatkan taraf kesehatan di Kabupaten Karanganyar.

Dishubkominfo Karanganyar (cmsy,kbl)