Fasilitasi Olah Raga, Juliyatmono Anggarkan 4,5 miliar

kominfo
Musorkab KONI Karanganyar, Kamis (24/3).

Karanganyar, Kamis 24 Maret 2016

Pembukaan Musyawarah Olah Raga Kabupaten (Musorkab) KONI Karanganyar dalam rangka meneruskan program pembinaan dan prestasi sekaligus membentuk kepengurusan baru masa bhakti 2016-2020, Kamis (24/3) di Gedung KPRI Karanganyar.

Musorkab dihadiri Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Ketua KONI Provinsi Jawa Tengah, Ketua KONI Karanganyar periode 2012-2016 serta diikuti peserta meliputi NPC, Perwosi, Induk Cabang Olah Raga, KONI Karanganyar, Gapoksi.

“Musorkab ini merupakan kewajiban dari organisasi KONI pada setiap akhir jabatan untuk mempertanggungjawabkan masa pengabdiannya sekaligus membentuk kepengurusan yang baru. Selama kepengurusan KONI berjalan empat tahun ini, bisa dikatakan Karanganyar memperoleh prestasi yakni menempati posisi 14 dari 35 Kab/Kota tingkat Jawa Tengah dengan diraihnya 12 medali emas, 17 medali perak dan 21 medali perunggu dan ini merata untuk 27 cabang olah raga. Melihat potensi yang ada, diharapkan Karanganyar dapat masuk sepuluh (10) besar,” terang Giri Dahono selaku Kepala Bidang KONI Prov. Jateng pada saat menyampaikan sambutannya.

Ia juga menekankan kepada segenap Pengurus KONI Karanganyar khususnya terkait dengan pengadministrasian agar tidak bersingunggan dengan penegak hukum.

“ Saya memahami betul adanya kriminalisasi KONI. Untuk itu ada beberapa tahapan penting yang harus menjadi perhatian khusus dalam rangka melawan kriminalisasi tersebut yakni Ketua KONI yang lama harus berkenan mendampingi kegiatan terstruktur kepengurusan KONI yang baru, Naskah kegiatan kepengurusan bersifat terbuka untuk menghindari adanya tindakan yang dilanggar, semua bantuan/hibah yang diterimakan dalam bentuk rekening agar tidak terjadi penyelewengan, bantuan yang diterima untuk segera dibuat surat pertanggungjawaban (SPJ) paling lama tiga hari setelah pencairan agar tidak terjadi penyimpangan dan dijadikan satu bendel secara berurutan agar semuanya bebas dari urusan hukum,” tandasnya dihadapan para peserta musorkab KONI.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan dengan terbentuknya kepengurusan yang baru periode 2016-2020 dapat menghasilkan program kerja yang produktif dan dapat memilih ketua baru. Semoga dengan kepemimpinan yang baru dapat lebih memajukan, meningkatkan prestasi Karanganyar untuk seluruh cabang olah raga di Kab. Karanganyar.

“Selain prestasi-prestasi kemarin yang telah diraih sebagai catatan untuk dapat lebih kita tingkatkan lagi. Syukur- syukur kita dapat memasang target, bukan hanya masuk sepuluh besar melainkan berhasil dalam lima besar. Oleh karena itu mulai saat ini kita harus berlatih lebih giat lagi,” pesan Juliyatmono.

Bupati menambahkan, tahun 2017 nanti Karanganyar akan menyelenggarakan Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) pada September, untuk itu kita harus menyiapkan atlit-atlit berprestasi untuk kita garap sekarang agar Karanganyar masuk lima (5) besar.

“Untuk mendukung semuanya itu, saya atas nama Pemerintah Karanganyar akan menganggarkan 4,5 miliar rupiah guna melengkapi seluruh fasilitas olah raga. Dengan membangun pusat olah raga di Stadion Raden Mas Said diantaranya lapangan atletik, dua lapangan futsal outdoor, tiga lapangan voli dan tiga lapangan tenis. Kalau mendapat ijin, di waduk Gondang nanti akan saya bangun pendopo untuk kegiatan pencak silat. Perlu diketahui juga bahwa daerah Ngargoyoso akan menjadi lokasi olah raga paralayang dan Karanganyar akan dilaksanakan turnamen tenis meja difabel tingkat internasional. Ini merupakan kebanggaan untuk kita semua khususnya di cabang olah raga Kab. Karanganyar,”tutur Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Juliyatmono juga menghimbau agar setiap pengerjaan administrasi dilakukan secara tertib sesuai dengan prosedur.

Dishubkominfo Karanganyar (ad/ind)