62.749 Balita Jadi Sasaran Pekan Imunisasi Nasional

dr Hadiasri Widyasari Rohadi Widodo (tengah) saat meneteskan vaksin polio pada balita saat Pekan Imunisasi Nasional, Selasa (08/03) di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu.
dr Hadiasri Widyasari Rohadi Widodo (tengah) saat meneteskan vaksin polio pada balita, saat Pekan Imunisasi Nasional, Selasa (08/03) di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu.

Karanganyar, Selasa (08/03/2016)
Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2016, sebanyak 62.749 balita di Kabupaten Karanganyar menjadi sasaran imunisasi polio. Kegiatan yang diselenggarakan dari 8-15 Maret 2016 itu diperuntukkan bagi anak usia 0-59 bulan, dan dilaksanakan di semua pos PIN yang berjumlah 1.230 pos yang tersebar di 17 Kecamatan.

Di Kabupaten Karanganyar, PIN tahun ini diawali dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Selasa (08/03/2016) di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu.

Untuk mensukseskan PIN kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melibatkan ratusan tenaga kesehatan dan ribuan kader kesehatan.

“Kami juga melibatkan 471 tenaga kesehatan yang terdiri dari 82 supervisor, dan 389 vaksinator, serta dibantu oleh 7.015 kader,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo.

Cucuk juga menjelaskan, penyelenggaraan tersebut mempunyai tujuan tercapainya eradikasi polio di dunia pada akhir tahun 2018, memastikan tingkat kekebalan terhadap polio, memberikan perlindungan seckara optimal dan merata pada kelompok umur 0-59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabikan oleh virus polio.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Karanganyar menuturkan imunisasi ini sebagai upaya preventif agar tidak terkena polio/lumpuh layu. Sebab virus ini mudah menular, jika anak tidak di vaksin, maka akan bisa menular ke orang lain.

Rohadi Widodo juga mengatakan, jika ada orang tua di Kabupaten Karanganyar, yang menolak anaknya untuk di imunisasi polio, maka akan di jelaskan secara baik, dengan fikih dan sebagainya.

“Anak-anak kita adalah aset bangsa, sebagai generasi penerus, maka harus diselamatkan dari virus polio,” katanya.pd