FORGAB SKPD WILAYAH II KABUPATEN KARANGANYAR

Karanganyar, Senin 7 Februari 2016 

Forum Gabungan SKPD Musrenbang wilayah II Kabupaten Karanganyar Tahun 2016 meliputi Kecamatan Jenawi, Kerjo, Ngargoyoso, Karangpandan, Tawangmangu berlangsung Senin pagi (7/3/2016) di Ngargoyoso.

Untuk memberi kesempatan kepada para Anggota DPRD DAPIL untuk mengawal usulan Musrenbang Desa/Kelurahan dan Kecamatan ke dalam RENJA-SKPD, dan sebagai referensi dalam forum pembahasan Panitia Anggaran, serta memberi kesempatan kepada SKPD agar dalam menyusun Rencana Kerja SKPD lebih Fokus sesuai kebutuhan Desa,Kelurahan serta Kecamatan.

Adapun rekapitulasi usulan hasil Murenbang Cam Dapil 2 sebagai berikut: Kecamatan Kerjo, 28 kegiatan dengan jumlah usulan anggaran Rp. 6.725.000.000,-  Kecamatan Jenawi 20 kegiatan dengan jumlah usulan anggaran Rp. 11.562.000.000,-, Kecamatan Ngargoyoso, 68 kegiatan dengan jumlah usulan anggaran Rp. 18.019.750.000,-, Kecamatan Karangpandan 35 kegiatan dengan jumlah usulan anggaran Rp. 5.865.000.000,-, Kecamatan Tawangmangu 123 kegiatan dengan jumlah usulan anggaran Rp. 41.004.483.647,-.

“Sinkronisasi antara usulan hasil Musrenbang Kecamatan dengan Rencana Kerja  Satuan Kerja Pemerintah Daerah (RENJA-SKPD) Tahun Anggaran 2017. RENJA SKPD nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan RKPD, dan selanjutnya  dokumen RKPD sebagai dasar pijakan untuk rancangan KUA-PPAS dan RAPBD Tahun Anggaran 2017,” terang Sundoro selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Karanganyar saat meyampaikan laporannya

Kebijakan Pembangunan Sebagai Pedoman Penyelenggaraan Musrenbang Dalam Rangka Penyusunan RKPD Tahun 2017 Bagi Provinsi dan Kab/Kota se Jateng.

Menurut Juliyatmono bahwa mengembalikan kedaulatan dalam proses pembangunan semua tergantung bagaimana masyarakatnya, semua ada di tangan masyarakat, hal tersebut berdasrkan filosofi Raden Mas Sahid Tri Dharma sebagai simbol negara, yaitu “Proses pembangunan sebagai pedoman pembangunan negara”. Proses pembangunan menjadi milik warga masyarakat untuk menyongsong hari esok lebih baik. Karena kalau tidak ada perubahan-perubahan masyarakat akan bosan dalam berfikir lalu dampak dari kemalasan tersebut maka akan menyebabkan macetnya pembangunan-pembangunan serta tidak meningkatnya perekonomian daerah.

Dalam kesempatan ini, Juliyatmono juga menyampaikan Musrenbang sebagai kolektifitas berfikir, pemerintah dengan perencanaan yang baik dan masyarakat melaksanakan dengan baik pula. Dengan visi RPJMD pemerintah Kabupaten Kranganyar “ Bersama Memajukan Karanganyar” dengan lima Misi program unggulan yang di awasi oleh DPRD dan telah terlaksana dengan baik.

“Ini terbukti dari segi meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, dilihat dari segi income per kapital Kabupaten Karanganyar tertinggi se Solo raya dan juga adanya pengurangan kemiskinan,” lanjut Bupati.

Tahun 2014 untuk pertama kalinya Kabupaten Karanganyar mendapatkan prestasi terkait administrasi yaitu penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK. Semoga di tahun 2016 kita dapat mempertahankan prestasi tersebut, karena untuk keuangan akutansi Kabupaten Karanganyar tahun ini sudah menggunakan sistem akrual.

Diharapkan dana desa yang sebentar lagi akan turun ke desa-desa untuk segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan pembangunan jangan sampai melibatkan pihak ketiga, tetapi utnuk di rembuk dan di laksanakan secara gotong royong dengan warga masyarakat agar semua dapat merasakan rejeki.

Dishubkominfo Karanganyar (ad/bn/umi/ind)