Pentas Budaya Drama Tari Ritual “Sang Garuda”

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Sambutan diacara Pentas Budaya Anjungan Jawa Tengah, TMII Jakarta, Minggu (6/3)

Kominfo

Pertunjukan Drama Tari Sang Garuda

Bertempat di Anjungan Jateng TMII, duta seni
Kabupaten Karanganyar mempersembahkan drama tari ritual “Sang Garuda” dan dimeriahkan campursari “Sekar” (Seniman Karanganyar), minggu (6/3). Bupati Karanganyar Juliyatmono dan pejabat di lingkup Pemkab Karanganyar turut menghadiri acara tersebut. Beberapa paguyuban warga Karanganyar yang berada di wilayah Jabodetabek seperti PAGARANYAR (Paguyuban Warga Karanganyar) dan KPK (Komunitas Facebooker Karanganyar) ikut memeriahkan pentas yang memang menjadi agenda rutin tahunan Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah TMII.

Dalam sambutannya Juliyatmono mengatakan bahwa warga karanganyar yang berdomisili di Jabodetabek banyak yang sukses, hal ini dibuktikan banyak posisi strategis di pemerintahan maupun pengusaha merupakan perantauan dari karanganyar. Juliyatmono mengapresiasi warga karanganyar yang masih guyub rukun diperantauan dan diharapkan sumbangsih pemikirannya dalam bentuk saran maupun kritikan dari tokoh-tokoh warga Karanganyar di perantauan untuk kemajuan pembangunan di karanganyar.

Dijelaskan pula bahwa bupati karanganyar Juliyatmono dalam hal ini Pemkab Karanganyar untuk mudik tahun ini akan menyiapkan sebanyak 18 armada bus dengan rincian 2 bus dari Propinsi Jawa Tengah dan 16 dari Kabupaten Karanganyar untuk mudik gratis.

Drama tari ritual Sang Garuda yang dibawakan oleh sanggar Pringgosari dan “Sekar” seniman Karanganyar merupakan hasil karya koreografi Ari Kuntarto dan Joko Dwi Suranto dimana keduanya adalah staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar. Sang Garuda menceritakan tentang pembebasan perbudakan yang diilhami dari mitologi Candi Sukuh di Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Perbudakan yang diawali dari kalah menebak warna kuda Uchaiswara dan Dewi Winata akhirnya kalah dan menjadi budak Dewi Kadru. Sang garuda adalah anak Dewi Winata yang sangat terkejut melihat nasib ibunya lalu dengan kebulatan tekad akhirnya ia berjanji untuk membebaskan ibunya dari belenggu perbudakan. Melalui perjuangan, hambatan, rintangan tidak menyurutkan niat Sang garuda untuk mendapatkan air suci tirta amerta sebagai ganti tebusan.

Selain mementaskan drama tari ritual, duta seni Kab karanganyar juga membawakan beberapa tarian Gambyong, tarian Srikandi Mustaka Weni, dan tarian Perang Kembang. Demikian Dishubkominfo (ad)