Menkopolhukam Sebut Dana Desa Bisa Tangkal Radikalisme

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Luhut Binsar Panjaitan, Sabtu (05/03), saat memberikan pengarahan pada Dialog Deradikalisasi Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Luhut Binsar Panjaitan, Sabtu (05/03), saat memberikan pengarahan pada Dialog Deradikalisasi Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Karanganyar, Sabtu (05/03/2016)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Luhut Binsar Panjaitan, menyebutkan dana desa yang digunakan untuk pembangunan di desa bisa menjadi salah satu penangkal berkembangnya radikalisme.

“Presiden RI Joko Widodo ingin dana desa bisa mengurangi kesenjangan antara yang kaya dengan rakyat miskin. Dengan dana desa, kartu sehat, dan program-program lain akan mengurangi hal-hal seperti itu,” kata Menko Polhukam, Luhut, Sabtu (05/03), saat memberikan pengarahan pada Dialog Deradikalisasi Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Didepan peserta dari Ulama se Eks Karesidenan Surakarta, Pengurus Nahdlatul Ulama, dan Gerakan Pemuda Ansor. Luhut menjelaskan dengan dana tersebut, maka akan ada lapangan kerja, ekonomi yang bagus, pendidikan yang baik, maka orang kurang berkesempatan menjadi radikal.

Dengan dana desa, semangat gotong-royong dapat tercipta lagi kebersamaan di desa. “Dana tidak boleh keluar dari desa, harus berputar di desa supaya ekonomi kerakyatan menjadi tumbuh,” katanya.

Saat dipaparkan didepan peserta, tercatat Alokasi Dana Desa se Eks Karesidenan Surakarta tahun 2016 untuk 1411 desa, dengan anggaran sebanyak Rp. 888,7 Miliar. Sedangkan untuk Kabupaten Karanganyar, dari 162 desa, mendapat Rp. 103,7 Miliar.

“Prioritas dana desa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, dan pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan secara berkelanjutan,” katanya. pd