Bumi Perkemahan Delingan Menjadi Pusat Kegiatan Jambore Nasional Muhammadiyah

dishubkominfokra
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menghadiriKegiatan Jambore Nasional Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah, di Bumi Perkemahan Delingan

 

Karanganyar, Jumat 26 Februari 2016

Untuk kali pertama Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi pusat kegiatan Jambore Nasional Santri Muhammadiyah tepatnya di Bumi Perkemahan Delingan, Jum’at pagi (26/2).

Hadir Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin sekaligus membuka Jambore Nasional didampingi perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Bupati, Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda serta jajaran SKPD Karanganyar.

Dalam sambutannya,Lukman Hakim Syaifuddin menyampaikan momentum perkemahan Jambore Nasional harus digunakan sebagai reaktualisasi dan revitalisasi, spirit agama dalam berbangsa dan bernegara. Dengan ilmu yang diajarkan di Pondok Pesantren diharapkan menjadi benteng pertahanan terorisme agama. Hal tersebut sesuai penemuan penelitian yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Kementerian Agama RI Tahun 2010 bahwa semakin dalam pengetahuan agama seseorang maka ia semakin menghindar dari perbuatan kekerasan atas nama agama.

“Melihat kiprah santri, maka Presiden Joko Widodo menetapkan Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Sebagai pengakuan negara atas kontribusi santri dalam pembangunan,” ungkapnya.

Selanjutnya Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap semoga Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia turut serta memajukan pembangunan Kab/Kota. Hal ini sesuai visi Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama memajukan Karanganyar dengan lima (5) misi salah satunya Peningkatan kualitas Keagamaan, Sosial dan Budaya.

“Pelaksanaan Jambore Nasional Santri ini, saya berharap mampu memberikan dampak positif untuk kemajuan pembangunan Nasional khususnya Karanganyar yang saat ini menjadi tempat pusat kegiatan Jambore tepatnya di bumi perkemahan Delingan. Ini merupakan penghargaan yang tinggi dan rasa bangga bagi saya atas nama Pemerintah Karanganyar dan masyarakat Karanganyar umumnya. Dan berharap Karanganyar lebih dikenal lagi di Indonesia untuk potensi pariwisata dan kulinernya,” tutur Juliyatmono.

Dishubkominfo Karanganyar (umi/bn)