Pangkostrad Ziarah ke Astana Giri Bangun

Pangkostrad Letjen Edy Edy Rahmayadi, saat napak tilas dari Lapangan Matesih ke Astana Giri Bangun, Kecamatan Matesih, Kamis (25/02) pagi.
Pangkostrad Letjen Edy Edy Rahmayadi, saat napak tilas dari Lapangan Matesih ke Astana Giri Bangun, Kecamatan Matesih, Kamis (25/02) pagi.

Karanganyar, Kamis (25/02/2016)
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal (Letjen) Edy Rahmayadi, berziarah ke makam Mantan Presiden RI HM Soeharto, di Astana Giri Bangun, Kecamatan Matesih, Kamis (25/02) pagi.

Sebelum berziarah, Pangkostrad melakukan napak tilas sebagai tradisi yang di lakukan Kostrad. Di mulai dari Lapangan Desa Matesih, Letjen Edy Rahmayadi beserta rombongan terlebih dahulu melakukan olahraga ringan, kemudian berjalan melewati perkampungan menuju Astana Giri Bangun, dengan jarak sekitar empat kilometer. Rute itu merupakan yang pernah dilewati almarhum Jenderal Besar (Purnawirawan) HM Soeharto.

Pukul 09.28 WIB, rombongan memasuki pintu belakang Astana. Setelah beristirahat sebentar, kemudian masuk ke dalam Cungkup Argosari. Di dalam bangunan berbentuk rumah joglo terdapat lima makam, dua diantaranya makam almarhum mantan Presiden RI ke 2 dan almarhumah Ibu Tien Soeharto. Di tempat itu, dibacakan surat Yasin, tahlil, peletakan karangan bunga, dan tabur bunga.

“Sedangkan ziarah ini untuk mendoakan almarhum dan almarhumah. Tradisi ini di satuan Kostrad yang dimulai dua panglima sebelum saya. Yakni Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Jenderal TNI Mulyono,” kata Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi.
Pangkostrad juga menjelaskan, saat Kostrad pertama kali dibentuk pada 6 Maret 1961, yang menjabat Pangkostrad pertama kali adalah Soeharto, yang saat itu berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen).pd