Dapat Bantuan Pemerintah, Hasil Panen Jagung Hibrida Meningkat

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanen jagung hibrida, di lahan kelompok tani Sri Rejeki, Dusun Ngori, Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo, Senin (22/02) siang.
Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanen jagung hibrida, di lahan kelompok tani Sri Rejeki, Dusun Ngori, Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo, Senin (22/02) siang. Foto : prada

Karanganyar, Senin (22/02/2016)
Kelompok tani Sri Rejeki mengadakan panen raya jagung hibrida di lahan pertanian yang berada di Dusun Ngori, Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo, Senin (22/02) siang. Hasilnya meningkat dari sebelum mendapat bantuan dari PemerintahPusat.

Pemerintah memberikan bantuan melalui APBN tahun 2015 sebesar Rp. 54.450.000, untuk luas lahan 25 hektar tanaman jagung, oleh petani itu terasa sangat membantu dan bermanfaat. Produksi sebelum mendapat bantuan hasilnya 7,5 ton per hektar pipil kering.

“Setelah mendapat bantuan ini dan baru saja di ubin dengan ukuran 2,5 X 2,5 meter, hasilnya rata-rata 10,23 kilogram tongkol panen, atau 9,3 ton hektar pipil kering. Jadi meningkat 1,8 ton per hektar,” kata Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki Karno.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo memanen padi hibrida tersebut bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Setelah memanen jagung, Wakil Bupati mengatakan kedepannya para petani Jumapolo bias mengembangkan jagung jenis jagung putih. Karena di balik manfaatnya sebagai campuran nasi dan juga dapat di konsumsi penderita diabetes jagung putih juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Harga jualnya tinggi, sampai pada Rp. 11.000/kilogram, berbeda dengan jagung pada biasanya hanya laku Rp. Rp.3000-Rp.4000 per kilogramnya. Dengan dana Rp100 juta per dapok, di harapkan bisa mengembangkan hasil tani,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati menyanggupi untuk memberikan bantuan satu unit mesin pemipil jagung, yang diinginkan oleh kelompok tani itu.mi