Masyarakat Diminta Waspada Propaganda LGBT

Seminar tentang “Mencegah dan Mengatasi Bahaya Penyimpangan Seksual pada Anak dan Remaja” yang diadakan Yayasan Pendidikan Karanganyar Surakarta, di Kampus Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka), Sabtu (20/02)

Seminar tentang “Mencegah dan Mengatasi Bahaya Penyimpangan Seksual pada Anak dan Remaja” yang diadakan Yayasan Pendidikan Karanganyar Surakarta, di Kampus Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka), Sabtu (20/02)

Karanganyar, Minggu (21/02/2016)
Saat ini masyarakat diminta untuk mewaspadai propaganda yang dilakukan oleh pelaku dan pendukung LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, Transgender).

“LGBT merupakan penyakit sosial yang bisa menjadi ancaman. Bahkan, para pelaku dan pendukung melakukan propadganda melalui berbagai cara, termasuk media sosial,” kata pegiat Yayasan Peduli Sahabat Edi Wirasto, Sabtu (20/02).

Saat Seminar tentang “Mencegah dan Mengatasi Bahaya Penyimpangan Seksual pada Anak dan Remaja” yang diadakan Yayasan Pendidikan Karanganyar Surakarta, di Kampus Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka). Edi lebih lanjut menjelaskan, sekarang, ada kampanye masif yang mereka lakukan lewat media sosial, media massa, dan sebagainya.

“LGBT lebih banyak karena pengaruh lingkungan. Para pelaku mencari korban, untuk ditarik menjadi bagian dari mereka. Maka awasi dan cegah dari lingkungan kita” katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa perilaku menyukai sesama jenis tidak bisa diubah secara psikologis dan tidak bisa disembuhkan.

“Ini jangan dipercaya. Itu propaganda mereka. Sebab, banyak klien yang kami dampingi di Yayasan Peduli Sahabat, yang bisa sembuh,” jelas Edi.

Bahkan yang perlu di waspadai, lanjut Edi, sekarang ini sudah menjadi gerakan, ada organisasinya, bahkan punya yayasan. Berbeda dengan dulu, di mana pelaku LGBT hanya individu-individu, sendiri, belum menjadi gerakan.

“Kampanye terselubung juga disisipkan lewat video game, komik, film dan sebagainya. Sebagian dari media itu, bahkan disukai oleh anak-anak,” katanya.

Dia berharap, masyarakat tidak acuh terhadap persoalan ini. Sebab, gerakan yang dilakukan pendukung dan pelaku penyimpangan seksual tersebut, bukan gerakan biasa. Melainkan, ini menjadi ancaman yang berbahaya

Ia juga berharap agar pemerintah membuat regulasi yang jelas melarang LGBT. Dicontohkan, Malaysia memiliki peraturan yang ketat terhadap perilaku seks sejenis, di mana pelakunya bisa dihukum pidana penjara 10 hingga 15 tahun.

“Yang mendukung dan mempropagandakan, bisa ikut dijerat,” katanya.pd