Tol Soker : 25 Bidang Tanah Belum di Bebaskan

royek pembangunan jalan tol di wilayah Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, terhenti sementara, karena masih ada bidang tanag yang belum dibebaskan, Rabu (17/02) foto : prada
royek pembangunan jalan tol di wilayah Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, terhenti sementara, karena masih ada bidang tanag yang belum dibebaskan, Rabu (17/02) foto : prada

Karanganyar, Rabu (17/02/2016) 

Proyek jalan tol Solo-Mantingan yang melewati Kabupaten Karanganyar terdapat 25 bidang tanah yang belum dibebaskan. Bidang tanah tersebut berada di wilayah Dusun Plosorejo, Banyu Bening dan Jurang kambil Desa Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo.

Di Desa Jeruksawit, karena ada lahan yang belum dibebaskan, maka pembangunan jalan tol itu sebagian terputus, sehingga tidak bisa menghubungkan jalan yang sudah selesai dibangun.

“Dari 25 bidang tanah itu terdiri 24 bidang milik warga dan 1 makam,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo Mantingan 1, Waligi.

Di Kabupaten Karanganyar, lanjut Waligi terdapat 49 bidang tanah yang melewati proyek tol dari Solo hingga Mantingan.  Semua itu di Kecamatan Gondangrejo berada di  Desa Wonorejo, Jatikuwung, Jeruk Sawit, dan Karangturi. Sedangkan di Kecamatan Kebak Kramat berada di Desa Kemiri dan Waru.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat pertemuan dengan warga yang terkena proyek tol tersebut, Rabu (17/02) di Balai Desa Jeruk Sawit, mengatakan belum di lakukan pengerjaan konstruksi pada lahan yang belum dibebaskan tersebut.

“Bidang tanah yang belum di ketahui pemiliknya akan di konsinyasi atau di titipkan pengadilan. Jika suatu saat pemilik lahan datang langsung bisa diambil ke pengadilan meminta uang hasil lahan yang telah di hitung,” kata Bupati.

Selain itu, Juliyatmono juga mengharapkan proses penggantian tanah desa yang di gunakan untuk gaji perangkat desa uangnya belum terserap dan mendapatkan tanah ganti,  maka mekanismenya harus di percepat.

“Jangan terlalu lama. Sesuai peraturan yang ada, jika belum mendapatkan di Desa tersebut, bisa diperoleh desa lain di kecamatan yang terdekat,” kata Bupati.

Untuk pembebasan tanah tersebut, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan tim Appraisal (penilai tanah) independen. Di rencanakan, dalam satu minggu tim sudah bisa menentukan harga tanah.

Diharapkan pembangunan jalan tol ini selesai dan bisa di gunakan pada lebaran tahun ini, dan juga diharapkan dapat memajukan perekonomian Kabupaten Karanganyar.mi